Menjadi Bapak
Jun 27th, 2008 by burhanshadiq
Saya punya dua anak perempuan. Satu dan yang lain berbeda sifat dan perilakunya. Sang kakak, cenderung tomboy. Aktivitasnya banyak, ekspresif dan pandai berargumen. Kata orang sangat mirip saya, bapak satu-satunya. Halah! Sedangkan yang kedua, cenderung pemalu, suka menyembunyikan perasaan, halus dan perempuan banget. Dia sangat rajin membaca buku meski belum bisa membaca, semangat belajarnya tinggi. Anaknya mungil, persis seperti ibunya.
Padahal keluarga saya cuma 4 orang. Dua orang dewasa dan dua anak kecil. Konflik antara dua generasi memang sering muncul. Mungkin lebih tepat bukan konflik, tetapi pertentangan. Halah! Sama saja. Sering sang kakak mengalami tantrum, nangis sejadi-jadinya, dengan pola memberontak dan sambil ngomong nangisnya. Jadi lucu, meski menangis, ia tetap bisa menyusun argumentasi. “Saya ingin ini dan bukan ingin itu!” Sedangkan sang adik, tatkala kakaknya tantrum malah bersikap sebaliknya. Ia diam dan mengambil posisi sebagai kakak bagi kakaknya. Ia tenang, tidak ikutan nangis. Padahal usinya baru 2 tahun. Saya sering merasa narsis sama anak saya yang nomer dua ini. Dia dewasa banget dengan usia 2 tahunnya itu.
Terkadang saya merasa, saya kok cepat sekali jadi seorang bapak. Apalagi setelah ketemu dengan teman-teman SMA di ruang maya, dan menemukan ada beberapa di antara temen-temen yang masih melajang. Pernyataan saya itu bukan pada aspek penyesalan, tetapi sebuah ketakjuban. Rencana Allah terhadap saya begitu indahnya. Di usia saya yang masih kepala dua, tetapi Allah menghadirkan banyak cinta untuk saya. Anak-anak yang lucu dan istri yang selalu mencintai saya, serta keluarga yang selalu membuat saya merasa sebagai seorang bapak, meski belum bapak yang baik dan teladan bagi semuanya.





Wah iya, indahnya hidup kalau sudah ada anak-anak. Hiks…anak-anak?? bersuami aja juga belon kok ngmong anak-anak ya, ehehhehe. Intinya, saya senang pak burhan baca cerita yang ini setelah beberapa lama saya absen berkunjung :p
wah saya jadi pengen nulis lagi neh. ada banyak cerita mba tentang anak-anak. Belum bersuami? wah bisa dipromokan di sini mba. banyak yg jomblo juga nih kayaknya.