Home > Artikel Santai > “Ukhty, SMS Siapa Ini Ukh?”

“Ukhty, SMS Siapa Ini Ukh?”

February 7, 2007 13 Comments

“Jazakillah ukhty, atas shalat Isya berjamaahnya tadi. Sangat terkesan sekali bagi saya.” Seorang akhwat menerima SMS itu malam hari, di saat ia sedang berupaya memejamkan matanya. Ia bingung, apakah harus menjawab SMS ini ataukah membiarkannya. Karena terus terang, pengirim SMS itu adalah seorang ikhwan yang menjadi imam shalat Isya di kampus tadi. Kebetulan waktu itu, mereka hanya berdua, dan harus shalat Isya’ berjamaah. Dalam hati ukhty itu bertanya-tanya. “Kenapa berkesan? Bukankah setiap shalat haruslah berkesan? Kenapa berkesan? Apakah ia tidak khusyuk dalam shalatnya? Ataukah karena aku makmumnya?” Akhirnya dengan berat hati akhwat itu membiarkan SMS itu tanpa balas.

Beberapa menit kemudian hape Boetooth (Baca: Butut bukan Bluetooth) nya kembali berdering. Saat ini hanya misscall, dan bisa ditebak siapa yang misscall. Selain pulsa nelpon juga mahal, ikhwan itu ingin memberi isyarat, kenapa SMS-nya tidak dibalas. Si Akhwat tetap bersikukuh tidak menjawabnya, karena menurutnya si Ikhwan berlebihan dan tidak pada tempatnya. Akhirnya hape-nya kembali berbunyi, sebuah gambar bertanda Amplop nongol di layar hapenya. Dibuka dan dibacanya,

“Semoga ukhty diberi kenyamanan hati dan diberkahi Allah Ta’ala malam ini. Dan mudah-mudahan bisa shalat malam nanti. Selamat bobo dan mimpi yang indah. Dari saudaramu seperjuangan.”

Akhwat ini senyam senyum tak ada habisnya. Ia semakin tahu seberapa kualitas ikhwan ini. Ia jadi ragu apakah ia ikhwan ataukah bakwan. Menurutnya SMS semacam ini tidaklah perlu disampaikan. Meski terlihat menasehati dan baik-baik saja, tapi ia berpikir SMS semacam ini adalah sebentuk zina hati yang terselimuti dakwah infirodi.

Mungkin saja Anda yang membaca tulisan ini pernah mengalaminya. Mendapatkan SMS dari sosok aktivitis dakwah, apakah ikhwan atau akhwat. Awalnya mungkin hanya saling bertanya tentang kepentingan dakwah. Persiapan sebuah tabligh akbar, rencana aksi demo, rencana rapat tahunan organisasi keislaman, membahas kurikulum TPA atau apalah kepentingannya. Namun ternyata rasanya enak juga bisa saling berkirim SMS alias SMS-an. Apalagi kalau ternyata obrolannya nyambung banget, si ikhwan tahu perasaan si akhwat dan si akhwat pun mesam mesem tak ada habisnya menjawab SMS dari si ikhwan. Kalau sudah seperti ini biasanya SMSnya bisa ngelantur kemana-mana. Mulai bertanya, “Ukhty lagi ngapain? Ukhty udah makan belum. Jaga Kesehatan loh ukh. Sekarang musim hujan.” Eh, apa perlunya si ikhwan bertanya semacam itu? Emang penting? Ia menjadi sosok yang penuh perhatian. SMSnya menjadi ngalor-ngidul tak jelas apa maksudnya. Ironisnya, si akhwat justru terbuai. Ia takluk dengan senjata ikhwan gombal ini. Ia selalu menjawab SMS itu dengan jawaban-jawaban yang sama. “Ana lagi makan akh. Akhy udah maem belum…” Yach, setali tiga uang. Sama saja kualitasnya. Mereka sama-sama menikmati SMS-an itu. Kepentingan awal sebagai SMS koordinasi dakwah melenceng menjadi berbagi perhatian antara ikhwan dan akhwat. Hemm… Ikhwan apa bakwan, akhwat apa kawat?

Hal ini nampaknya harus diwaspadai. Jangan-jangan mereka telah menyemai benih, sebelum masa tanam. Jangan-jangan mereka telah menanam cinta, sebelum waktunya. Jangan-jangan pola saling SMS-an ini menjadi cara mereka untuk saling berkomunikasi bukan dalam arti sebenarnya.

SMS PDKT-kah?

Ikhwan tentu saja memiliki niat saat mengirim SMS itu. Awalnya mungkin niatnya baik sebagai sebuah nasihat yang baik. Tapi karena setan memang sangat licik, akhirnya jurusnya mulai mempengaruhi si ikhwan. Selain itu juga karena lampu hijau yang ditunjukkan oleh si akhwat.

Oleh karena itu, kita harus mulai memperhatikan persoalan ini. Harus dibedakan manakah yang benar-benar SMS murni nasihat, ataukah semata hanya kedok saja. Mereka yang semata ingin memberi nasehat tidak akan berpanjang-panjang dalam SMS-an. Bila dianggap sudah cukup, maka tidak perlu dilebar-lebarkan. Menjawab SMS secukupnya sesuai dengan yang dibutuhkan. Lagipula sebenarnya dalam hati kecil kita sebagai seorang ikhwan dan akhwat bisa dengan mudah mendeteksi apakah SMS kita sudah melenceng ataukah masih lurus-lurus saja. Kita adalah manusia dewasa yang bisa membedakan mana yang baik-baik saja dan mana yang sudah berlebihan.

Bagi para akhwat sebaiknya tidak memberikan ruang yang lebar kepada para ikhwan. Bila SMS ikhwan sudah mulai tidak bener, maka lebih baik dicuekin saja. Tidak perlu dibalas dengan kata-kata pedas. Karena sekali dijawab, ikhwan akan merasa mendapatkan lampu hijau. Dan perlu diketahui, ikhwan sangat tahhu bahwa akhwat suka sekali bila diperhatikan. Karena itu merupakan tabiat para wanita pada umumnya. Mereka suka diperhatikan. Jadi bagi ikhwan yang bermental bakwan mereka rela membeli pulsa isi ulang sebanyak mungkin dan dibela-belain mencari program SMS murah demi memberi perhatian ini.

Bagi para ikhwan, saya berharap tetap menjadi sosok yang tangguh. Anda sangat mungkin menjadi pihak yang agresif. Tapi Anda juga sangat mungkin menjadi pihak yang dikejar. Hape Anda tiba-tiba berbunyi terus karena misscall orang tak dikenal sepuluh kali mungkin. Jangan Ge Er dulu, belum tentu itu dari akhwat. Boleh jadi dari nomer nyasar yang ingin menagih utang. Bila anda mendapat SMS yang ‘gimana gitu’ dari akhawat, sebaiknya dijawab dengan bijaksana dan secukupnya saja. Selain karena memang pulsa masih mahal, hal itu akan menjaga Muru’ah (harga diri) Anda di depan Allah SWT. Jadi, kalau memang jatuh cinta dan ingin pedekate, lebih sopan dan jantan bila menempuh jalur Ta’aruf. Tidak dengan SMS an berlama-lama yang tidak jelas kepentingannya. (Abahe Atika)

Comments:13

  1. ibnu iksan
    November 19, 2007 at 6:35 am

    Assalmualaikum….

    tulisan bang burhan pernah ane baca di Qolbun Salim, dan memang mampu membuat hati ane tersenyum pasalnye mungkin ane termasuk katagori “Bakwan” (bukan Ikhwan Beneran) :-) .

    memang ga sedikit koq bang, nyang seperti abang tulis diatas mereka yang lagi nuntut ilmu dipondok pesantren yang katanya bermanhaj salafus sahaleh juga banyak nyang demen sms-an ke non mahrom, katanya menjalin ukhuwah, saling mentausyiahi n de el el.

    nyang katanya aktivis pengajian juga ga jauh beda, memang ga semua. tapi memang hari gini untuk menjadi sosok yang ideal seperti yang selama ini kita pelajari (pengajian) gak mudah bang. mungkin kita yang muda ini perlu banyak sosok orang tua (ustadz) yang mampu menjadi tauladan and juga bisa “ngemong” anak2 muda seperti kita.

    yach kami butuh tauladan yang mampu membimbing kami bukan orang-orang yang hanya gape abis dalam retorika, bukan orang-orang yang demenya mengkritisi, memvonis dan ga mampu memberi solusi, meskipun kami ga menuntut sosok yang sempurna seperti halnya sosok Nabi Salaluhuallaihi Wasalam yang mampu menjadi tauladan bagi seluruh manusia.

    kami adalah manusia2 dalam kondisi yang labil, kami butuh bimbingan bukan celaan. disana banyak sosok2 muda yang ingin mengikuti jejak Nabi-Nya dan Sahabat Radiallahuanhu, namun banyak diantara mereka yang bingung dengan keadaan yang ada didepan mata, ……. ah..sudah lah…

    afwan bang kalo komentar ini ngak berkenan.

    ane suka baca bukunya bang burhan, cocok buat remaja n sesuai dengan manhaj salfus shaleh, terus berkarya bang……….:-)

  2. burhanshadiq
    November 19, 2007 at 8:39 am

    seddaaappp!
    itulah yang saya maksudkan, sebuah kesadaran yang kita bangun dengan sangat sadar. Bahwa kita butuh profil yang bisa jadi teladan. Yang sangat manusia, dan mengakui kesalahannya kalau memang itu salah. Tapi akan menjadi komandan hati dan amal saat ia dituntut berada di depan.

    Militansi! Sekarang sudah kering dan dunia dakwah semakin lama semakin kering dengan sosok kader mujahid yang sangat paham dengan aturan dan ilmu dan konsisten dengan ilmu yang ia ketahui.

    mas ibnu ikhsan salam perjuangan, keep fight till the end comes!
    (Lagi SEMANGADDD nehhh!!

  3. Denny
    December 12, 2007 at 8:00 am

    Assalamu alaikum

    salam kenal bang burhan…
    kalo menurut ane, itu dia makanye menikah dalam islam memiliki nilai separuh agama. coz kalo belom nikah emang berat banget dah jage hati. begitu dah kejadiannya. persis ame yang abang tulis. ikhwan ya sama aja. bedanya cuma di target aje. kalo ikhwan pasti yang diincer ya akhwat. duh kan jadi pengen buru-buru nikah ^_^

  4. burhanshadiq
    December 12, 2007 at 8:56 am

    wa’alaikumsalam
    salam kenal juga bang denny.
    pertama jagalah hati, kedua trus jagalah istri,
    trus jagalah hati lagi kalao pengen poligami.
    wuik…

  5. putra sejati
    June 4, 2008 at 12:24 am

    Help,ada yang ganggu pake nomor 08561668516
    Apa ada yang bisa membantu menyedarkan ornag ini ?
    Thanks

    Help. Laporin ke KOMNAS HAND (Komisi Nasional Handphone) biar dilacak siapa orangnya.kalau ketahuan trus dilaporin ke AAKBB biar diajak demo di MOnas. Maaf saya becanda lho.

  6. gifar
    August 8, 2008 at 2:47 pm

    he… he….
    mungkin saya juga termasuk yang kaya gitu…..
    abis jadi Ge eR juga kalau nerima sms dari akhwat yang aga gimana gitu,,,,,
    apalagi kalau saya juga suka sama akhwatnya….
    astagfirullah

    astaghfirullah…semoga kita kembali ke jalan yang benar ya mas…

  7. je
    August 18, 2008 at 8:34 pm

    wah,,,ane ga sdar ma sms jenis itu juga, ta pikir lumrah…..eh ternyata lurah….
    (g nymbung yah?)…trus di tegur ma tmn2….
    walah,,,,jd gitu to’….

    iya kang…

  8. orang asing
    August 20, 2008 at 7:05 pm

    maksud hati menasihati orang lain, tetapi apa jadinya jika sang pelaku adalah penulis itu sendiri. hingga hari ini kita harus sadar bahwa apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan harapan umat pada hari ini. sadarkah kita sering melakukan chatting dengan bermacam-macam akhwat yang pada hakekatnya dosa namun karena hati sudah berkarat dan terlanjur banyak dosa, menjadikannya kebiasaan tanpa merasa sedikitpun. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
    sudah waktunya kita sadar diri bahwa apa yang terjadi pada diri kita lebih dikhawatirkan daripada memikirkan orang lain yang belum tentu lebih baik daripada kita sendiri.
    takut dosa melakukan sesuatu dengan memajang gambar kita agar menjadi orang terkenal dan ngetop.
    Ya Allah…di sela-sela air mata ini, kumencoba mengingatkan segenap saudara-saudaraku yang masih menganggap diri paling baik dan ngetop. merasa diri tidak pernah kontak dengan lawan jenis, padahal hampir tiap hari melakukannya. Allah maha tahu terhadap setiap apa yang kita lakukan. kepada mas burhan yang baik hati, semoga kita semakin sadar akan apa yang kita lakukan pada hari ini dan kemudian hari. sekian, dan apabila banyak salahnya kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. dunia luas, dan janganlah menganggap suatu nasihat sebagai musibah namun jadikanlah ia sebagai renungan. teruntuk kita semua.

    penulis sendiri? saya maksudnya?

  9. adawiyah
    November 15, 2008 at 1:53 pm

    assalamualaikum… ane skrg sdar bhwa apa yang ane lakudak baik… ane juga termasuk akhwat yang katenya “kawat”. tapi gimn ya bang ane udh terlanjuur suka sm ikhwan itu.., dan kayakny dia jga suka sm ane.. law mau nikah rasa ny lom siap.. n yang hernnya llagi ane pgn dia pag jd suami ane tapi bukan skarang….!!!!!! tolong bri solusinye…,smg Allah mmbri solusi utk smua kgalauan hti ane.. amiin kaan itu

  10. xan
    November 25, 2008 at 9:57 pm

    Ya….
    Makacih kang
    emeng cih, q anak pondok. ni q lagi seneng sm ukhty.
    kadang q takut keduluan orang lain, tapi q jg takut.
    tp, akhirnya ya nyambung deh, abz ukhty jg sk sm q sih.
    qt sdh spkt mo nikah. tapi blm skrg.
    gmn cara merawat hubungan ini kang???????????????????
    mkch ats jawabanya.
    Jz

  11. amru
    July 30, 2009 at 2:54 pm

    ya. makasih. moga kita selalu dibimbing dijalan-Nya.

  12. eka
    April 13, 2010 at 9:10 am

    terima kasih untuk Burhan yang telah menulis dan diriku sendiri yang ingin tahu hal itu karena ad pengalaman tersendiri. aku hanya ingin tahu apakah yang selama ini q lakukan sdh bnr atau belum karena aku ingin berjalan di jalan yang benar.
    jadi sekarang yang paling tepat adalah jagalah hati. thanks ya

  13. sulaimann
    April 22, 2010 at 1:23 pm

    Merenung!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>