butterfly-1
Oleh Burhan Sodiq
Sependek yang saya paham, “taaruf” itu harus dengan perantara. Ada ustad or ustazah yang akan menjadi penengah dari sebuah perkenalan menuju pernikahan. Kenapa ini perlu? Karena dialah nanti yang akan mengendalikan taaruf agar selalu berada dalam koridor yang diperbolehkan. Pihak ikhwan or akhwat bisa dengan tenang bertaaruf tanpa takut terungkap ke publik. Karena taaruf adalah ranah privasi, bukan ranah publik yang boleh begitu saja dishare di tempat umum. Dia pulalah yang nanti akan mencoba membantu bila ada halangan atau hambatan menuju jenjang pernikahan.

Tetapi sekarang nampaknya fenomena taaruf ini mulai bergeser ke arah yang cenderung tanpa aturan. Sadis ya bahasanya. Tapi begitulah adanya. Munculnya situs-situs jejaring sosial, termasuk juga FB ini, seringkali digunakan sebagai ajang untuk taaruf. Akibatnya, banyak orang tertipu dengan taaruf model cyber ini. Selain karena tanpa perantara ustad or ustadzah, data yang ditunjukkan juga seringkali tidak sama dengan aslinya.

Seorang ikhwan bisa saja melanglang buana menebar proposal taaruf kepada id FB yang menurutnya akhwat shalihah mujahidah mutiah dan jamilah. Semuanya dengan dalih taaruf menuju jenjang pernikahan. Akhwatnya mungkin akan dengan legawa memberi harapan, karena dia pikir ini sebuah taaruf yang disyariatkan. Tetapi ternyata ikhwan itu hanya sekedar melakukan penjajagan dan penjajagan. Layaknya pedekate yang dianggap halal oleh mereka berdua. Hingga akhirnya si ikhwan memutuskan meninggalkan taaruf karena merasa sudah mendapat id FB lainnya yang lebih menarik.
Gigit jarilah si akhwat karena merasa sudah menaruh hati, tapi dengan mudahnya ditinggal pergi tanpa alasan yang jelas. Lalu, kemana akhwat ini harus mengadu? Bukankan memang mereka sengaja tidak menggunakan perantara?

Nah, notes ini hanya ingin memberikan sedikit peringatan dan masukan kepada para akhwat dan ikhwan. Bertaaruflah yang gentle dengan menggunakan perantara ustad dan ustadzah yang sudah menikah dan dapat dipercaya. Jangan bertaaruf secara mandiri, karena selain itu tidak akan mendatangkan kemaslahatan, resikonya pun besar. karena Id FB juga bukan jaminan. Foto yang dipasang juga bukan pasti dia, namanya pun kadang-kadang hanya menggunakan nama samaran. Kebanyang kan betapa jengkelnya, kalau taaruf sama orang yang ngakunya akhwat setelah ketemu ternyata ikhwan?

So, bagi temen temen yang sekarang sedang menjadi CINTA BERSEMI SESAMA AKTIVIS FACEBOOK (CBSA Buk!), silakan dicek ulang, apakah taaruf kalian sudah semestinya, ataukah memang harus dievaluasi lagi. :) Taaruflah yang gentle, dengan diperantarai seorang yang bisa kalian percaya untuk menjaga jangan sampai taaruf kalian justru akan menjadi ajang pacaran islami. Naudzubillah…:)

14231_1168413334134_1341986538_30451726_6979789_n

Bisnis itu asyik. Tadi saya didatangi dua orang teman BMT. Kita diskusi masalah mengelola perusahaan penerbitan. Asyik, karena saya dapat ilmu baru bagaimana manajemen yang baik. Dan kesimpulannya, saya kudu nambah modal untuk perusahaan saya. Adakah yang tertarik ya? Sebuah perusahaan baru, sekup kecil baru setahun berdiri juga. Kalau ada yang mau hubungi saya ya. Nanti masalah yang lain bisa diobrolkan. Kok malah promosi ya.

Rasanya mungkin kayak tidak percaya bisa membangun usaha. Kalau ingat dahulu jadi karyawan yang serba gemes. Karena hanya bisa disuruh dan mentaati pak bos. Kini harus mikir sendiri apa apa nya. Tapi alhamdulillah ada partner yang baik hati. Jadi segalanya dihadapi bersama-sama. Susah senang pokonya bareng-bareng. INilah bagian dari yang harus dijadikan kekuatan hati. Agar segala masalah bisa teratasi.

Usaha memang harus diawali. Kalau selalu menunggu, kita akan selalu ragu. Meski kadang jatuh, tapi lakukan yang terbaik. Ikhtiyar sampe maksimal. Semoga Allah menurunkan pertolongan dan kemudahan. Inilah yang kita butuhkan. Kita bisa belajar apa yang tidak kita tahu. Kita juga bisa bertanya pada orang-orang yang sudah duluan memulai bisnisnya. Intinya mau bertanya dan mau belajar.

Satu hal yang urgent juga adalah, cobalah mencari partner yang amanah. Pelajari cara bicaranya, cara ngomongnya, cara sikap tubuhnya dan komitmen selama ini. Bagaimana saat berjanji, saat ngomong, apakah selalu menghianati dan berbohong ataukah baik baik saja. Karena Good Partnet is very essensial!

prayer2
Suatu pagi, Si fulan bangun kesiangan. Dia tidak segera pergi wudhu, tapi dia mencari hapenya dan menulis status fb. “Waduh kesiangan nih!” Setelah shalat subuh jam 6 pagi, dia merasa perutnya lapar. “Waduh, lapar banget perutku, mana ga ada makanan lagi!” Kemudian dia bersiap berangkat ke sekolah, tapi kali ini naas yang terjadi, air pam mati. Dia ambil henpon dan menulis lagi.” Mau mandi, air pake mati lagi. Apes bener…” Akhirnya dia hanya gosok gigi.

Sesampai sekolah dia segera duduk mengikuti pelajaran pertama. Gurunya membosankan, cara ngajarnya tidak enak dan tidak bisa dinikmati. Dia ambil henpon di sakunya, dan ditulis “Ada guru yang lebih asyik ga sih?” Sampai siang dia masih di kelas. Bahkan saking khusuknya dia mengantuk. Tapi sebelum tidur di kelas, tak lupa dia tulis lagi, “Wah ngantuk banget. Bobok dulu ya…”

Bel sekolah sudah berdentang. Waktunya pulang. Saat menstarter motor energinya terlalu bersemangat. Engkel motornya copot. Tapi sebelum dia benerin tuh engkel, dia ambil dulu henponnya, “Giliran mo pulang, engkel copot alamak!” Setelah beres, dia melaju kencang di jalan. Pas di tempat sepi, bensin dia habis. “Hari yg aneh dari tadi apes melulu. Help me bensin habis.” Ternyata sampe sore tak ada satupun yang membaca statusnya. dia akhirnya menuntun sepeda motornya hingga sampe rumah, karena uang di dompetnya sudah habis untuk beli pulsa.

Si fulan itu mungkin merupakan potret kita hari ini. Menjadi sosok facebook prayer yang sangat kecanduan dengan menulis status tentang diri kita sehari-hari. kadang temen yang membaca status kita berucap, ih beginian ditulis jadi status. Kita adalah status kita. Kurangi keluh kesah, kurangi status yang tidak bermanfaat dan jadikan fesbuk sebagai alat untuk menebar kebaikan dan memompa semangat saudara kita lainnya.

11863_1124047116119_1675368798_245558_2223939_n
Bulan ini Presiden AS, Barack Husein Obama dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia. Dia akan berkunjung ke Indonesia pada 20-22 Maret 2010. Selain di Jakarta, Obama juga berencana akan berkunjung ke Yogyakarta.

Bagi Obama, Indonesia dianggap sebagai sebuah negara yang memiliki peran penting. Obama menyebutkan Indonesia sebagai negara terbesar keempat di dunia, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, dan negara Muslim terbesar di dunia.

Para pengamat menyebutkan bahwa kunjungan ini nantinya akan meningkatkan citra Indonesia karena dianggap partner AS. Sinyalemen bahwa Indonesia adalah partner AS juga ditunjukkan dengan kunjungan sebelumnya. Kita tahu bahwa sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton juga memulai lawatan kerjanya dengan mengunjungi Indonesia.

Masalahnya kemudian, apakah citra ini justru menjadi positif ataukah negatif bagi kita selaku umat Islam?

Selama ini masyarakat Islam tertipu dengan menganggap Obama sebagai presiden AS yang paling bisa diharapkan Mungkin karena namanya ada kata Husein-nya, atau karena dia pernah tinggal di Indonesia dengan keluarga yang mayoritas muslim. Ayah kandung Obama yang bernama Barack Hussein Obama adalah seorang Afrika berkewargnegaraan Kenya, sedangkan ayah kandung Maya adalah Lolo Soetoro, pria Jawa Timur tulen. Baik ayah kandung maupun ayah tiri Obama menganut keyakinan Islam. Obama dan Maya beribu sama, seorang perempuan kulit putih bernama Stanley Ann Dunham.

Tetapi ternyata sikap yang ditunjukkan Obama selama ini juga tidak berubah, sama saja dengan sikap pendahulunya. Obama, dalam pidatonya, mengatakan bahwa AS sama sekali tidak sedang berperang terhadap dunia Islam. Tapi pernyataannya ini sama sekali bertentangan dengan segala fakta yang telah terjadi selama ini.

Dr. Ayman al-Zawarihi, seorang ulama internasional, mengatakan, karena pidato dan kunjungan itu, dunia Islam, terutama negara-negara Arab seperti melupakan “dosa-dosa” AS terhadap dunia Islam selama ini. “Apakah kita sudah melupakan siapa Amerika?”

Pertanyaan Dr. Ayman nampaknya perlu untuk kita cermati lebih lanjut. Dosa Amerika terhadap umat islam yang sudah sangat banyak ini ternyata sangat mudah terlupakan hanya oleh sebuah kunjungan kenegaraan.

Syeikh Nasir bin Hamad alFahd dari penjara mengatakan bahwa kejahatan Amerika terpampang dari Kabul sampai Mogadishu. Ia memaparkan beberapa “dosa” Amerika sebagai berikut:

1. Lebih dari satu juta anak-anak menjadi korban bom AS di Iraq. AS juga sudah memberlakukan embargo tanpa alasan yang jelas kepada Iraq selama lebih dari 10 tahun.

2. Ribuan bayi Iraq yang baru lahir mengalami kebutaan karena kekurangan hormon insulin.

3. Lebih dari setengah juta orang berharap bisa mengakhiri hidup mereka secepatnya karena sudah terkena racun radioaktif. Ini berkaitan dengan penggunaan uranium oleh militer AS.

4. Senjata AS sudah membunuh ribuan rakyat Palestina mulai segala tingkatan, perempuan dan anak-anak.

5. Ribuan pengungsi di Lebanon dan Palestina dibantai oleh Israel dengan dukungan dari Amerika.

6. Antara tahun 1412-1414 H, militer AS telah membantai ribuan warga sipil Somalia selama mereka melakukan invasi di negara itu.

7. Tahun 1419 H, Amerika meluncurkan misil yang menyerang Sudan dan Afghanistan, di mana mereka menghancurkan sebuah perusahaan obat-obatan dan membunuh tak kurang dari 200 orang.

8. Israel, dengan dukungan penuh dari Amerika, telah membunuh lebih dari 17.000 rakyat sipil Lebanon selatan.

9. Embargo Amerika terhadap Afghanistan telah menyebabkan 15.000 anak-anak Afghan meninggal. Belum lagi yang telah dilakukan oleh AS di Chechnya, Bosnia, Macedonia, Kosovo, Kashmir, Filifina, dan Negara-negara Muslim lainnya.

Mungkin masih banyak fakta yang perlu diungkapkan. Tapi sedikit fakta ini nampaknya sudah cukup memberi bukti bahwa Amerika memiliki urusan yang sangat serius terhadap umat Islam. Lalu citra apakah yang ingin kita dapatkan dari kunjungan Obama selain menjadi partner negara yang hobi perang ini?
Dalam buku Loch K. Johnson berjudul Seven Sins of American Foreign Policy (Pearson Longman, 2007) disebutkan Amerika memiliki banyak cacat dalam politik luar negerinya. Apa saja tujuh dosa tersebut?

1. Tidak peduli dengan sekitar (ignorance)
2. Dominasi eksekuitf (executive branch dominance)
3. Terlalu mengedepankan pendekatan militer (excessive emphasis on the military)
4. Unilateralisme (unilateralism)
5. Mengucilkan diri (isolationism)
6. Minim empati (lack of empathy)
7. Sombong (arrogance).

Kemudian di dalam buku itu profesor di University of Georgia dan editor senior jurnal Intelligence and National Security menawarkan beberapa strategi baru yang nampaknya diterapkan oleh pemerintah Amerika saat ini.

1. Ketidakpedulian dapat dikurangi dengan sharing informasi antara eksekutif dan legislatif. Pengetahuan seluruh kalangan – masyarakat awam sampai dengan pekabat tinggi – tentang negara lain juga perlu ditingkatkan.
2. Kerjasama antara eksekutif dan legislatif dalam penyusunan kebijakan luar negeri.
3. Kepercayaan terhadap informasi dari lembaga intelijen dan diplomat ditingkatkan, sehingga dapat dirumuskan solusi selain tindakan militer.
4. Bekerjasama dengan negara lain dengan semangat tanggung jawab bersama.
5. Kerjasama dengan PBB dan organisasi internasional lainnya ditingkatkan.
6. Peduli dengan situasi dan kondisi yang dihadapi negara-negara miskin dan berkembang, serta berupaya menipiskan kesenjangan antara mereka dan negara maju.
7. Belajar bersikap rendah hati di hadapan negara lain.

Nah, nampaknya tidak ada citra yang bisa kita bangun dengan kunjungan Obama ini selain menguatkan bahwa Indonesia adalah sekutu AS. Meski Indonesia belum mengirimkan pasukannya ke daerah konflik di Afghan maupun Irak. Tapi kunjungan ini cukup menjadi bukti adanya hubungan yang sangat baik antara Indonesia dan AS. Tentu saja ini merupakan citra buruk bagi umat Islam Indonesia. Karena Amerika, dengan fakta yang sudah dipaparkan tadi, tidak cukup mampu menunjukkan sikap ramah terhadap muslim di Afghanistan dan Irak. Lalu layakkah kita menyambut dia dengan gegap gempita?

grass-746319

Hari ini masyarakat disibukkan dengan banyaknya anak usia ABG yang hilang karena facebook. Menurut saya, mereka tidak hilang, tetapi memang sengaja menghilang. Dari beberapa keterangan yang saya baca di media massa, mereka biasanya lari bersama kenalannya dan pergi ke tempat-tempat yang ingin mereka kunjungi. Parahnya lagi, gadis-gadis ini ada yang berani memberikan kegadisannya kepada teman barunya itu.

Fenomena ini tentu saja merupakan fenomena baru bagi para orang tua. Adanya facebook menembus batas-batas nyata yang ada di masyarakat kita. Untuk bertemu dan berkomunikasi antar dua insan, tak perlu lagi dengan mengetuk jendela rumah dan meminta dibukakan. Sekarang cukup dengan SMS, Chatting, Facebookan, semua bisa dilakukan.

Para remaja menjadi lebih agresif dari biasanya. Mereka menjadi lebih berani berbuat, dengan segudang rasa penasaran yang ada pada diri mereka. Mereka menjadi generasi-generasi yang secara psikologis dan psikis belum matang, tetapi memiliki keinginan-keinginan libido seksual yang besar.

Ada beberapa langkah yang perlu kita lakukan:

1. Dampingi remaja di masa pertumbungannya.

Mereka akan banyak bertanya dan banyak merasa. Mereka juga akan selalu mencoba untuk melakukan hal hal yang menantang. Maka dampingi mereka dengan pola pendampingan yang ramah tetapi tetap terkontrol.

2. Segera dekati mereka bila menunjukkan gelagat yang aneh

Gelagat yang aneh misalnya dia suka menyendiri di kamar, jarang bersosialisasi dengan ibu bapak, suka merenung dan pendiem sekali. Atau bahkan mulai punya kebiasaan pulang malam dengan alasan yang tidak jelas.

3. Bila di rumah ada koneksi internet, upayakan akses itu di tempat publik.

Misalnya di ruang tamu, atau di tampat dimana keluarga bisa berkumpul. Sebab di kamar kia sebagai orang tua todak mengetahui apa apa tentang aktivitas anak anak kita.

4. Sabar dan shalat

Ini yang tidak boleh dilupakan, shabarlah dalam mendidik mereka, dan gunakanlah shalat sebagai amalan yang bisa mendatangkan keberkahan hidup kita.

5. Serahkan pada Allah

Tugas kita memang hanya sebatas mendidik, sedangkan wilayah wilayah yang sangat privasi bagi dia memang tidak bisa kita akses. Beri kepercayaan kepada dia dan tetaplah berdoa.

Semoga Allah menjaga anak anak kita dan menggolongkan kita sebagai orang tua yang baik.

(Burhan Sodiq bisa dihubungi di 08121537768)

Older Posts »