Ahad lalu saya ke Jogja, bareng sama istri dan dua buah hati tercintah. Berpramek ria kita menuju UIN SUNAN KALIJAGA untuk mempertanggungjawabkan buku saya, KARENA CINTA HARUS MEMILIH. Wow, animonya luar biasa. Gedung teatrikal fakultas dakwah penuh oleh para muslimah. Hanya saya dan ustad Fatan Fantastic yang menjadi pria di ruangan itu. Acaranya pun relatif seru dan bermanfaat –insya Allah–bagi para pengunjung.

Setelah acara selesai, qadarullah anak saya jatuh dari tangga. “Brukkk!” Dia pun menangis sekencang-kencangnya. Garis matanya memerah lebam karena mencium lantai yang putih krem itu. Wal hasil dia merasa pusing dan nangis terus. Saya pun menggendongnya hingga ke jalan utama. Sesampainya di sana, saya menghentikan taksi xenia. Kita berempat masuk dan menuju Lempuyangan.

Sejurus kemudian, dia muntah! Baju dan celana saya menjadi korban. Hehehe. Supir taksi marah-marah. Yah namanya juga muntah pak. Kan ga sengaja hehehe. Trus akhirnya nego pun dilancarkan. Ya sudah pak, ke Solo langsung saja ya. berapa pak? Dia menjawab 200 ribu saja. Yah gapapalah. Bismillah!

Perjalanan lumayan lancar, tetapi perut keroncongan. Kita terus melaju membelah jalanan Yogya Solo. Sebuah keinginan terlewatkan, TAHU BAKSO JOGJA yang berada di pinggir jalan lepas dari janti Jogja itu. Yah terlewat deh.  Sampai di hampir prambanan, mba tika kembali muntah. Akhirnya saya pun merelakan baju saya yang bersimbah itu hehehe.

Tak terasa sampai di Solo jam setengah dua siang. Perjalanan ini benar-benar mengesankan. Maksudnya ga bakalan dilupakan. Makasih buat temen panitian AESHA jogja dan ustad Fatan Fantastic, mas Dodik Brownis dan mas Mujahid. Semoga amal kita semua dicatat oleh Allah.

Sudah pernah ke Purwokerto belom? Saya sarankan kalau dari Solo mending anda menggunakan bus menuju JOGJA dahulu. Untuk kemudian beralih ke bus jurusan Purwokerto. Anda bisa memilih bus EFISIENSI. Tarifnya sekitar 40 ribu rupiah. Jadi kalo ditotal dari SOLO menggunakan bus BUMEL, mungkin sekitar 9000 an. Tapi kalau Anda make bus SUMBER KENCONO yang wussshh itu mungkin hanya 7000 saja. Silakan pilih mau yang mana.

Tapi Sabtu lalu, saya malah memilih menggunakan jasa JOGLOSEMAR. Kalau armada ini perbedaannya dia relatif santai dan tidak tergesa-gesa. Dari Solo biasanya jam 10 pagi, dan sampai Jogja pukul 12, siang ganti dengan minibus menuju Purwokerto. Bedanya armada ini menempuh jalur utara yaitu melalui Wonosobo, Dieng dan Banjarnegara. Tapi kalau bus Efisiensi bisa menempuh jalur selatan yang lebih pendek dan lebih cepat melalui Wates, Kulonprogo, Kebumen, Gombong. Bila Anda menggunakan JOGLOSEMAR tarif yang harus anda siapkan adalan 74 ribu rupiah. Anda akan mendapatkan snack dua kali. Hanya saja saat perjalanan SOLO JOGJA lumayan mengganggu karena armada yang digunakan GRAND MAX yang berbunyi gluduk gluduk itu.

Sayangnya perjalanan saya ke Purwokerto hanya sesaat saja. Ngisi materi bedah buku di pagi hingga siang hari, kemudian langsung pulang di siang harinya. Sehingga keindahan kota ini mungkin belum sempet saya alami. Hehehe. Smoga lain kali bisa berkunjung lagi.

Tapi saya sangat terkesan dengan keindahan pemandangan Wonosobo. Terutama saat transit makan di KLEDUNG yang menyajikan mie kocok atau apa gitu namanya. Sekaligus tempe kemul yang rasanya tiada duanya.

Saya juga terkesan dengan anak muda Purwokerto yang antusias mengikuti bedah buku saya kemarin. Lumayan banyak yang hadir, mungkin ada sekitar 300 an orang. Ya Allah, terimalah amal saya ini. Amin.

butterfly-1
Oleh Burhan Sodiq
Sependek yang saya paham, “taaruf” itu harus dengan perantara. Ada ustad or ustazah yang akan menjadi penengah dari sebuah perkenalan menuju pernikahan. Kenapa ini perlu? Karena dialah nanti yang akan mengendalikan taaruf agar selalu berada dalam koridor yang diperbolehkan. Pihak ikhwan or akhwat bisa dengan tenang bertaaruf tanpa takut terungkap ke publik. Karena taaruf adalah ranah privasi, bukan ranah publik yang boleh begitu saja dishare di tempat umum. Dia pulalah yang nanti akan mencoba membantu bila ada halangan atau hambatan menuju jenjang pernikahan.

Tetapi sekarang nampaknya fenomena taaruf ini mulai bergeser ke arah yang cenderung tanpa aturan. Sadis ya bahasanya. Tapi begitulah adanya. Munculnya situs-situs jejaring sosial, termasuk juga FB ini, seringkali digunakan sebagai ajang untuk taaruf. Akibatnya, banyak orang tertipu dengan taaruf model cyber ini. Selain karena tanpa perantara ustad or ustadzah, data yang ditunjukkan juga seringkali tidak sama dengan aslinya.

Seorang ikhwan bisa saja melanglang buana menebar proposal taaruf kepada id FB yang menurutnya akhwat shalihah mujahidah mutiah dan jamilah. Semuanya dengan dalih taaruf menuju jenjang pernikahan. Akhwatnya mungkin akan dengan legawa memberi harapan, karena dia pikir ini sebuah taaruf yang disyariatkan. Tetapi ternyata ikhwan itu hanya sekedar melakukan penjajagan dan penjajagan. Layaknya pedekate yang dianggap halal oleh mereka berdua. Hingga akhirnya si ikhwan memutuskan meninggalkan taaruf karena merasa sudah mendapat id FB lainnya yang lebih menarik.
Gigit jarilah si akhwat karena merasa sudah menaruh hati, tapi dengan mudahnya ditinggal pergi tanpa alasan yang jelas. Lalu, kemana akhwat ini harus mengadu? Bukankan memang mereka sengaja tidak menggunakan perantara?

Nah, notes ini hanya ingin memberikan sedikit peringatan dan masukan kepada para akhwat dan ikhwan. Bertaaruflah yang gentle dengan menggunakan perantara ustad dan ustadzah yang sudah menikah dan dapat dipercaya. Jangan bertaaruf secara mandiri, karena selain itu tidak akan mendatangkan kemaslahatan, resikonya pun besar. karena Id FB juga bukan jaminan. Foto yang dipasang juga bukan pasti dia, namanya pun kadang-kadang hanya menggunakan nama samaran. Kebanyang kan betapa jengkelnya, kalau taaruf sama orang yang ngakunya akhwat setelah ketemu ternyata ikhwan?

So, bagi temen temen yang sekarang sedang menjadi CINTA BERSEMI SESAMA AKTIVIS FACEBOOK (CBSA Buk!), silakan dicek ulang, apakah taaruf kalian sudah semestinya, ataukah memang harus dievaluasi lagi. :) Taaruflah yang gentle, dengan diperantarai seorang yang bisa kalian percaya untuk menjaga jangan sampai taaruf kalian justru akan menjadi ajang pacaran islami. Naudzubillah…:)

14231_1168413334134_1341986538_30451726_6979789_n

Bisnis itu asyik. Tadi saya didatangi dua orang teman BMT. Kita diskusi masalah mengelola perusahaan penerbitan. Asyik, karena saya dapat ilmu baru bagaimana manajemen yang baik. Dan kesimpulannya, saya kudu nambah modal untuk perusahaan saya. Adakah yang tertarik ya? Sebuah perusahaan baru, sekup kecil baru setahun berdiri juga. Kalau ada yang mau hubungi saya ya. Nanti masalah yang lain bisa diobrolkan. Kok malah promosi ya.

Rasanya mungkin kayak tidak percaya bisa membangun usaha. Kalau ingat dahulu jadi karyawan yang serba gemes. Karena hanya bisa disuruh dan mentaati pak bos. Kini harus mikir sendiri apa apa nya. Tapi alhamdulillah ada partner yang baik hati. Jadi segalanya dihadapi bersama-sama. Susah senang pokonya bareng-bareng. INilah bagian dari yang harus dijadikan kekuatan hati. Agar segala masalah bisa teratasi.

Usaha memang harus diawali. Kalau selalu menunggu, kita akan selalu ragu. Meski kadang jatuh, tapi lakukan yang terbaik. Ikhtiyar sampe maksimal. Semoga Allah menurunkan pertolongan dan kemudahan. Inilah yang kita butuhkan. Kita bisa belajar apa yang tidak kita tahu. Kita juga bisa bertanya pada orang-orang yang sudah duluan memulai bisnisnya. Intinya mau bertanya dan mau belajar.

Satu hal yang urgent juga adalah, cobalah mencari partner yang amanah. Pelajari cara bicaranya, cara ngomongnya, cara sikap tubuhnya dan komitmen selama ini. Bagaimana saat berjanji, saat ngomong, apakah selalu menghianati dan berbohong ataukah baik baik saja. Karena Good Partnet is very essensial!

prayer2
Suatu pagi, Si fulan bangun kesiangan. Dia tidak segera pergi wudhu, tapi dia mencari hapenya dan menulis status fb. “Waduh kesiangan nih!” Setelah shalat subuh jam 6 pagi, dia merasa perutnya lapar. “Waduh, lapar banget perutku, mana ga ada makanan lagi!” Kemudian dia bersiap berangkat ke sekolah, tapi kali ini naas yang terjadi, air pam mati. Dia ambil henpon dan menulis lagi.” Mau mandi, air pake mati lagi. Apes bener…” Akhirnya dia hanya gosok gigi.

Sesampai sekolah dia segera duduk mengikuti pelajaran pertama. Gurunya membosankan, cara ngajarnya tidak enak dan tidak bisa dinikmati. Dia ambil henpon di sakunya, dan ditulis “Ada guru yang lebih asyik ga sih?” Sampai siang dia masih di kelas. Bahkan saking khusuknya dia mengantuk. Tapi sebelum tidur di kelas, tak lupa dia tulis lagi, “Wah ngantuk banget. Bobok dulu ya…”

Bel sekolah sudah berdentang. Waktunya pulang. Saat menstarter motor energinya terlalu bersemangat. Engkel motornya copot. Tapi sebelum dia benerin tuh engkel, dia ambil dulu henponnya, “Giliran mo pulang, engkel copot alamak!” Setelah beres, dia melaju kencang di jalan. Pas di tempat sepi, bensin dia habis. “Hari yg aneh dari tadi apes melulu. Help me bensin habis.” Ternyata sampe sore tak ada satupun yang membaca statusnya. dia akhirnya menuntun sepeda motornya hingga sampe rumah, karena uang di dompetnya sudah habis untuk beli pulsa.

Si fulan itu mungkin merupakan potret kita hari ini. Menjadi sosok facebook prayer yang sangat kecanduan dengan menulis status tentang diri kita sehari-hari. kadang temen yang membaca status kita berucap, ih beginian ditulis jadi status. Kita adalah status kita. Kurangi keluh kesah, kurangi status yang tidak bermanfaat dan jadikan fesbuk sebagai alat untuk menebar kebaikan dan memompa semangat saudara kita lainnya.

Older Posts »