Jan 27th, 2012 by burhanshadiq
Saat anda disodori sebuah iklan seminar apa yang terbetik di benak anda. Ada yang langsung melirik ke HTM nya. “Wow Mahal!” langsung kita mengurungkan diri tidak akan ikut acara itu. Ini juga menjadi pengalaman temen temen saat mengelola seminar kemarin. Saat dia menyebar SMS ke beberapa orang ttg seminar parenting, ada sms masuk. “Taklim yg gratis saja banyak, ngapain harus bayar!” Temen saya itu dongkol, tapi menjadi wajar setelah saya tenangkan.
Memang tidak semua orang mau untuk berkorban untuk membayar. Padahal bayaran itu sebenarnya juga akan kembali dalam berbagai fasilitas yang akan dia terima. “Saya ga perlu fasilitas mas, yang penting bisa gratis. Gimana?” ampuh juga nih pernyataan. Kalau udah ketemu orang seperti ini ya sudah nyerah deh. Mereka tidak sadar bahwa mengundang pembicara dari luar kota itu butuh transport, dan juga butuh fee sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan. Karena sudah mau berbagi pengetahuan, ilmu dan juga pengalaman.
Pengalaman saya mengikuti seminar bisa mendapat banyak ide dan gagasan. Misalnya saat saya ikut seminar di sebuah resto awal bulan lalu. Dengan 4 pembicara dari berbagai bidang, saya jadi tahu kalau anak saya termasuk inatensi meski dengan kadar sedikit. Dia susah konsentrasi dan suka aktif dengan dirinya sendiri. Saya jadi tahu pula bahwa berbicara dengan anak sebaiknya kita memosisikan diri sepadan dengan tinggi tubuh anak kita. Dengan menunduk kita menjadi sebaya dengan mereka. Kita juga tahu bahwa nama besar dan terkenal tidak identik dengan keahlian presentasi di depan.
Hal serupa juga saya dapati pada seminar senin lalu. Saya jadi tahu bahwa orang dibagi menjadi beberapa tipe. Men of vision, men of power dan men satu lagi saya lupa. Ada pula pengetahuan soal bagaimana gerakan NAM (New Aga Movement) yang mengelabuhi kaum muslimin dengan berbagai macam training yang ada. Mereka punya prinsip bahwa tidak ada benar dan salah. Yang ada hanya bermanfaat atau tidak bermanfaat. Pembicara juga bilang kata kata positif juga harus diwaspadai. Bila tidak hati hati kita bisa terjerumus pada kesyirikan. semisal kamu luar biasa, kamu pasti bisa, kamu tidak boleh gagal, kamu tidak ada masalah kamu cerah kamu pasti bahagia dan lain lain. Mereka juga melakukan berbagai larangan. Orang tua dilarang untuk melarang, memerintah dan marah. Padahal menurut pembicara, melarang orang melakukan 3M itu sudah melanggar prinsip pertama yaitu melarang. Lagipula dalam quran bahasa larangan banyak sekali kita jumpai…
Inilah hebatnya sebuah seminar. Saya bisa meraup banyak ide, banyak gagasan dan juga inspirasi yang hebat. Selama seminar itu terjangkau, ikutilah. karena kita tidak akan pernah tahu Allah memberi kita ilham dari pintu yang mana.
Posted in Artikel Santai | No Comments »
Jan 27th, 2012 by burhanshadiq
Rasulullah punya kebiasaan menyuapi seorang yang buta. Setiap kali beliau lewat, selalu beliau luangkan waktunya untuk menyuapi orang buta itu. Tapi ketika beliau sudah tiada. Abu Bakar yang menggantikan beliau. Namun ternyata bapak yang buta itu tahu kalau suapan ini tidak seperti biasanya. Dia akhirnya tahu bahwa Rasulullah sudah meninggal. Pria yang luar biasa baik itu sudah pergi selamanya.
Kita belajar dari kisah singkat itu, bahwa di dunia ini ada yang kita sebut dengan kepedulian. Mungkin kita masih ingat betapa China yang sudah sangat maju menjadi masyarakat yang kehilangan kepedulian. Mereka maju di bidang ekonomi, tapi surut dari aspek moralitas dan kepedulian. Saat ada bocah kecil tergeletak tertabrak mobil, tak ada yang menolong selama berjam jam. Hanya jadi tontonan saja. Akhirnya ditolong oleh seorang pemulung. Kepedulian sudah sangat minim.
Kita harus belajar dari ini semua. Seberapa peduli kita dengan lingkungan kita sendiri. Orang-orang yang mencintai kita, menyayangi kita dan peduli dengan kita, kadang malah tidak kita pedulikan. Kita sibuk dengan banyak urusan. Sekolah, kampus, kerja dan banyak lagi. Sampai sampai kita menjadi manusia yang sudah tidak peduli dengan orang orang di sekitarnya. Kembalilah sayangi mereka, mumpung mereka masih ada…
Posted in Artikel Santai | No Comments »
Jan 20th, 2012 by burhanshadiq
Seperti seorang yg sakti, bisa tahu pikiran sekian banyak orang dengan satu halaman saja. Ada yang mengeluh aduh, ada yang tertawa bahagia, ada yang tiba tiba berkata kotor dan mengumpat sejadi jadinya. Kita mendadak sakti dengan website buatan mark zukenberg ini. Apakah kita dapat uang? Tentu saja tidak. Tapi ada satu kebutuhan yang tersalurkan. Diam diam kita seperti anak kecil yang selalu ingin diperhatian. “Hei lihatlah saya, saya menulis status loh…” Maka tidak heran bila status-status ada yang dimanajemen sedemikian rupa. Kapan menulis status dan apa yang ditulis. Karena status kita adalah buah pikiran kita. Bila hanya keluhan, maka demikianlah adanya hidup kita, penuh dengan keluhan.
Pertanyaan besarnya adalah, bisa apa kita dengan fesbuk? Bisa kenal berbagai orang. Saya cukup duduk di kantor, atau di kamar sunyi, saya bisa belajar dari berbagai profil orang orang yang meng-add saya. Saya bisa baca aktivitas mereka, dinding mereka dan juga tentu saja foto foto mereka. Dari situ saya menjadi lebih dewasa. Bahwa dunia ini dihuni oleh beraneka macam tipe orang. Dan tentu saja, setiap pribadi perlu perlakuan sendiri-sendiri. Ada yang komentar2nya pedas khas yang membakar telinga. Tapi ada juga yang santun dan penuh pesona. Semuanya dibuat santai, tidak perlu ditanggapi serius, karena bagi saya fesbukan itu bukan sesuatu yang serius. Serius itu wajah tegang, alis ketemu di tengah dan SANGAR.
Saya lanjutkan lagi, bisa apa kita dengan fesbuk ini. Saat awal awal dulu fesbuk menggejala, banyak tuduhan riya’ kepada saya. Gara-garanya sepele, saya selalu menginformasikan acara -acara yang akan saya datangi. Bedah buku, pengajian akbar, atau bahkan cuma sekedar mengajar di pondok. Bagi orang dengan level keshalihan tertentu mungkin semua itu dianggap pamer. Tapi bagi sebagian orang yang berpikir positif tentu saja itu memberi manfaat yang besar, setidaknya kalau dia tidak bisa hadir, bisa merekomendasikan pada yang lainnya.
Bisa apa kita dengan fesbuk? Saya berharap teman teman saya yang muda belia, baik yang ikhwan atau yang akhwat bisa menjawab pertanyaan saja. Tentu saja bukan untuk mencari calon istri dan obral janji, karena kalau Anda kenalnya di dunia maya, semuanya akan terus menjadi maya sampai anda menemukan buktinya. Jadikan fesbuk sebagai alat propaganda. Informasikan kegiatan islami, pikiran pikiran islami, kontra opini dan juga aksi aksi nyata yang berimbas di dunia maya. Jangan hanya berhenti dengan menunjukkan betapa galaunya anda. Tapi cobalah bersiasat, bagaimana menggunakan fesbuk sebagai senjata perjuangan, dan bukan malah menjadi kuburan massal aktivis islam.
*maaf bila tulisan saya menyinggung sodara*
Burhan Sodiq
Posted in Artikel Santai | 1 Comment »
Jan 18th, 2012 by burhanshadiq

Setelah kepergian bapak, saya punya aktivitas rutin baru, yakni menjemput ibu. setiap sore saya nunggu beliau di depan pintu masuk pasar Klewer. Ditemani anak sulung saya, aktivitas itu menjadi semakin menarik. Sore kemarin saya mengamati dua orang suami istri yang sedang merapikan dagangan mereka. Karena sudah sore mereka kukut (jawa). saya lihat warna wajah mereka begitu tenang. dagangan mereka berupa tas leptop dari kain batik dengan berbagai macam corak. Dua orang suami istri itu nampak sangat rukun. Mereka nampaknya sangat pasrah dengan rejeki berapa saja yang dikasih sama Allah per harinya.
Jiwa semacam itulah yang saya butuhkan sekarang. Tenang, tawakal, kalem, dan juga bersahaja. Tidak kemrungsung (jawa) tidak tergesa gesa menuai hasil. Seringkali motivator-motivator itu justru menyuntikkan zat beracun bernama ketidaksabaran. Mereka memompa semangat juang hanya untuk hasil yang cepat. Cobalah lihat seminar-seminar yang ditawarkan di baliho-baliho sudut kota. Menjual tema tema gahar yang memesona mata dan pikiran. membuat nafsu meraung-raung untuk KAYA dalam tempo sesingkat-singkatnya dan dilakukan secara tidak seksama.
Saya jadi teringat sebuah nasihat, “bila memang sudah ketemu tujuan, maka segerlah bikin perencanaaan yang matang.” Sebab bila niat bisnis kita hanya main-main, maka Allah juga akan kasih hasil yang main main saja. Namun bila bersungguh-sungguh menjalani prosesnya sejak awal, maka insya Allah, hasilnya juga bukan main. Inilah hasil pengamatan saya sejenak di sore itu, bisa jadi nanti sore saya menemukan pengamatan lainnya. ^_^
Posted in Artikel Santai | No Comments »