Mencoba Suramadu

Saatny liburan, menghela nafas sejenak belajar dari alam. Berempat, bergegas menuju kota istri tercinta, Surabaya. Naik kereta, pesan duduk bertiga. Sore menjadi gelap, perjalanan terasa sangat panjang. Udara yang panas membuat segalanya terasa sedikit tidak nyaman. Anak-anak, masih ceria dengan aneka gayanya. Mereka tidak ngantuk malam ini. Sedangkan dua orang tuanya, mencoba menikmati rasa kantuk yang tidak tertahan.

Malam jam 10 sampai juga di Gubeng Surabaya. Dijemput kakak ipar bersama suaminya, berkendara mio. Kebayang 4 orang dengan mio yang kecil mungil itu. Jangankah Anda, setiap orang yang lewat, selalu melirik. Terakhir seorang pengendara motor, memaksakan diri menoleh, hanya sekedar ingin melihat mio yang mungil dengan 4 orang ini. Ah tidak mengapa. Ini adalah bagian dari keasyikan menjadi sebuah keluarga. Harus dinikmati, dengan senyum dan ridho terhadap titah ilahi rabbi.

Pagi harinya, diajak belahan hati mencoba jembatan Suramadu yang fenomenal itu. Membentang 5 km, menghubungkan Surabaya – Madura. Kali ini saya tidak berempat, cukup berdua saja sembari menyemai cinta yang membara di dada. Laju roda mio mengantar kami meniti jembatan indah itu. Subhanallah, angin yang berhembus, matahari yang hangat, air laut yang kecoklatan, nelayan dengan perahunya, serta segala rasa ingin tahu yang membuncah di dada. Saya seperti orang desa saja. hihihi.

Ada yang berhenti, sekeluarga foto sana foto sini. Tak peduli bapak-ibu-anak semuanya narsis. Padahal resikonya kena tilang. Ada yang rela berhenti, muda mudi, ah kalau itu sih tahu sendiri mereka ngapain saja. Sampai di ujung jembatan, disambut kaki lima yang berjualan tahu segede batu bata. Besar-besar sekali tahunya. Lengkap dengan lombok yang ditata unik. Ah ada ada saja penjualnya itu. Istri ingin mencicipi, tapi urung niatnya setelah melihat kebersihannya. Sayangnya saya tidak tahu nama tahu jenis apa itu. Ala kulli hal, saya senang sudah bisa mencoba jembatan itu. Semoga menjadi inspirasi tulisan yang baru.

Tadi pagi saya berkesempatan ikut seminar bersama pak Mendiknas. Sebenarnya bukan seminar sih, cuma semacam upacara peresmian saja. UMS sedang meresmikan sebuah pesma bertaraf internasional. Nama pesmanya KH MAS MANSUR, letaknya di sebelah utara komplek UMS. Selain meresmikan pesma, Pak mendiknas juga melepas para dosen yang dapat beasiswa keluar negeri. Itulah kenapa saya tiba-tiba kepengen menjadi dosen.
Asumsi saya menjadi dosen itu enak. Punya status, bisa nyuruh mahasiswa. Hehehe. Bisa dapat peluang beasiswa, penelitian proyek dan lain sebaigainya. Sayangnya saya belum menemukan sisi tidak enaknya menjadi dosen, silakan kalau ada yang mau bantu menyebutkannya.
Saya duduk terdiam. Menikmati orang di podium itu ngomong. Tapi kali ini tidak nikmat. Omongannya patah-patah, kayak goyang dangdut saja pake patah-patah. Kesannya si empunya omongan tidak konsentrasi. Dia meloncat-loncat dari satu topik ke topik lainnya. Tidak sistematis, tidak asyik dan sama sekali tidak menarik. Tapi saya mencoba untuk betah. Ternyata menjadi hadirin itu juga susah. Lebih susah lagi kalau pembicaranya tidak bisa dinikmati. Fuih…
Mungkin si empunya ngomong lagi capek. Saya juga tidak tahu. Hanya saja sebagai seorang yang awam, nampaknya apa yang disampaikan tadi kurang mengena di hati saya. Hummffh, sensitif sekali ya.

Kalau Anda sekarang berkecimpung dalam dakwah kemudian Anda mengalami sebuah perasaan bosan, maka segeralah lakukan pembaharuan dalam dakwah Anda. Bikin tugas dakwah Anda menjadi lebih menarik dari sebelumnya.

Jangan pernah merasa terbebani dengan tugas-tugas itu. Anggaplah itu sebagai sebuah kesenangan yang bisa mengantarkan kita ke surga. Karena dalam setiap kata kita insya Allah akan berpahala.

Langkah selanjutnya lihatnya komunitas, teman-teman di antara kita. Apakah selama ini mereka mendukung aktivitas dakwah kita ataukah justru sebaliknya. Mereka malah mundur teratur ketika halangan dakwah menghadang di depan mata. Komunitas, pertemanan, persaudaraan sangatlah penting bagi semangat kita. Salah memilih teman akibatnya bisa sangat fatal.

Lihatlah pula orang-orang yang penuh semangat itu. Ikutilah gerak mereka hingga energi itu menular pada diri kita. Jangan sampai justru kita yang terinjak oleh semangat yang loyo. Tetaplah maju ke depan sebagai bagian dari anak panah yang menerjang. Karena setiap kata ada maknanya, dan setiap makna akan berbekas di dada.

Pertarungan menuju kursi RI 1 semakin seru. Para pendekar di balik layar sedang menguras tenaga dan pikiran untuk mengegolkan jawaranya. Ada yang sangat pintar membidik lawan, ada yang tergopoh-gopoh bingung menentukan jurus andalan.

Rakyat pun diiming-imingi dengan jurus-jurus sakti penyelamat perut. Agar tidak lagi keroncongan. Anak sehat, sekolah murah dan pekerjaan mudah. Harga dijanjikan turun, tidak tahu apakah termasuk harga sebuah bangsa yang bernama Indonesia akankah juga turun.

Saatnya melek politik. Tidak hanya menjadi penonton yang skeptis, tetapi juga bukan menjadi pemeran yang narsisnya minta ampun. Karena segala langkah akan dimintai pertanggungjawaban. Siapkan jawabanmu, boleh jadi kamu yang akan ditanya pertama kali. Maka hiduplah dengan ilmu. Tak kan ada yang lebih baik dari itu. Bekal nasi hanya sesaat, bekal ilmu sepanjang hayat.

Kumpulan Fatwa Kaver

Buku yang ada di tangan anda ini merupakan kumpulan fatwa para ulama Kerajaan Arab Saudi yang berkaitan dengan kesehatan dan pengobatan, terkhusus dalam permasalahan wanita. Tidak semua hal yang boleh dijadikan obat dan tidak segala cara yang dibolehkan dalam berobat. Dengan kata lain, perintah untuk berobat dalam Islam memiliki tatacara dan kode etik yang perlu diperhatikan.

Islam membolehkan seseorang berobat dengan bacaan al-Qur`an ataupun do’a-do’a yang diriwatkan dari Rasulullah Saw.. Selain itu Islam tidak melarang berobat dengan menggunakan ilmu atau tanaga medis moderen dengan mengkonsumsi obat, melakukan  teraphy, pembedahan dan cara lainnya.

Akan tetapi Islam mengharamkan praktek pengobatan dengan menggunakan sihir, bantuan jin dan sejenisnya. Allah Swt. telah menciptakan penyakit dan Dia jugalah yang akan memberikan kesembuhan. Berobat dengan bantuan sihir, jin dan yang sejenisnya dapat merusak keyakinan seorang muslim kepada Allah Swt.. Hal ini termasuk dalam tindakan menyekutukan Allah. Oleh sebab itu kita mesti berhati-hati dalam berobat.

Semoga buku ini memberikan manfaat dan panduan bagi anda dalam berobat. Selamat membaca.

harga : Rp.50.000. Bisa didapatkan di toko buku terdekat. Atau hubungi kami 0271724270

Older Posts »