Jika Patah Hati

Sedang patah hati? Sakit banget kan. Memang sakit tapi bisa sembuh. Dengan apa? Penuhi hatimu dengan Allah. Maka kelak racunmu akan hilang. Saat kamu pilu karena luka yang membiru. Kau tanggung beban kepedihanmu. Sampai kapan?
Tumpahkan kepada Allah saja apa yang kamu rasa. Hanya dengan berpasrah pada Allah kamu akan menemukan ketenangan. Tanpa itu kamu terus akan mengalami hati yang luka. Sakit, terisak.
Sapulah airmata dengan mohon ampun. Istighfar akan keringnya hati yang tak pernah dekat dengan ilahi rabbi. Hanya diri sendiri yang tahu apa yang kamu butuhkan saat ini. Di sinilah saat tepat tuk balik ke Allah. Mencairkan hati yang beku. Lalu kembali hidup normal seperti dulu.

Mengambil Hikmah dari Ujian Nasional

Belajar dari UJIAN NASIONAL
1. Ujian nasional bikin deg degan, apakah kita juga akan degdegan menghadapi pengadilan Allah di yaumul hisab?
2. Ujian nasional mengkhawatirkan, khawatir tidak lulus. Selama ini apakah kita juga khawatir tidak lulus pengadilan Allah kelak?
3. Ujian nasional agar lulus, rela ikut bimbingan belajar. Selama ini apa upaya kita agar lulus dari pengadilan Allah?
4. Ujian Nasional doa terus agar lulus, ujian dari Allah kadang kita ga peduli mau lulus atau engga.
5. Ujian nasional dijaga betul agar tidak curang, selama ini kita apakah bener bener menjaga diri kita dari maksiat Allah?
6. Selamat ujian nasional adik adikku, semoga hasilnya memuaskan. Semangat selalu.
@burhanshadiq

Jika Rindu itu Ada…

kalau anda sedang jauh dengan anak,
mungkin anda akan merasakan rindu yg mendalam.
apalagi jika anak itu sudah bisa menelpon anda,
dan mengatakan, aku kangen umi, aku kangen abi.
seperti sepotong hati yang tersayat.

maka nikmat memiliki anak, hanya akan terasa,
manakala anda benar benar mensyukurinya.
anak yang jauh akan terasa sangat dirindukan
senyumnya, keceriaannya dan juga manis senyumnya
itu tidak akan terganti dengan apapun.
meski anda kaya, tidak akan mungkin bisa membelinya.

banyak harta yang luar biasa nilainya yg kita miliki
hanya saja kita tidak selalu sadar memilikinya
jika anak anda di samping anda sekarang,
peluk dan cium keningnya.
semoga anda akan selalu menjadi orang tua terbaik bagi mereka.

#catatanhatiseorangayah

Suburkan Iman

burhanshadiq @burhanshadiq

Bacaan juga berpengaruh pada iman. Jika bacaannya mengajak ingkar sama nikmat Allah, maka pikiran kita bisa terpengaruh. #SuburkanIman

Maka kuat kuatkan balatentara hati, dari serangan setan yg bertubi tubi #SuburkanIman

Iman harus dijaga kualitasnya. Jangan sampai turun drastis. #SuburkanIman

Teman sombong bisa jadi cermin. Agar kita tidak ikut seperti dia. #SuburkanIman

Siapapun boleh jadi teman kita. Asal kita bisa menjadi teladan bagi mereka. #SuburkanIman

Gurunya sederhana maka muridnya juga biasanya gitu. Cerdas tapi biasa saja penampilannya #SuburkanIman

Gurunya bingung, muridnya semakin membingungkan #SuburkanIman

Guru juga berpengaruh pada iman kita. Jika gurunya bagus akhlak dan akidahnya, pasti nular ke kita sebagai muridnya #SuburkanIman

Punya temen rajin ngabsen temen lain dengan menggunjing, kita pun tertular #SuburkanIman

Teman sekamar kemproh. Suka naroh barang seenaknya. Kita juga bisa tertular (baunya) #SuburkanIman

Jangan mau terwarnai lingkungan buruk. Selalu nyalakan alarm hati #SuburkanIman

Jika motor lewat jalan becek, sudah pasti ban kita kena lumpur. Ibaratnya seperti itu #SuburkanIman

Tapi jika satu kosan malesan, suka bangun siang, alamat deh kita tertular #SuburkanIman

Satu kosan tahajudnya rajin, kita pun akan tertular rajinnya #SuburkanIman

Satu kosan solat jamaahnya bagus di masjid, besuk besuk kita juga akan tertular. #SuburkanIman

Hidup di lingkungan baik, lama lama bisa tertular baik. #SuburkanIman

Teman kita pun juga berpengaruh pada ketaatan kita kepada Allah. #SuburkanIman

Lingkungan kita berpengaruh pada apa yg kita lakukan.#SuburkanIman

Maksiat Itu Nagih

Sesuatu yang awalnya dilanggar, biasanya akan menuntut pelanggaran berikutnya. Misalnya melihat film yang agak vulgar. Selama ini anda tidak pernah melakukan itu. Tapi anda melanggarnya. Maka tertorehlah noda di sana sedikit. Lalu anda akan melakukan pelanggaran lainnya pelan pelan.

Terus menerus seperti itu. Lalu hati anda lama lama rabun. Terbiasa dengan perilaku dosa. Meski hanya dosa dosa kecil. Tapi dosa kecil kalau ngumpul bisa jadi besar. Dan jika sudah besar bisa membinasakan kita.

Jika Lelah Di Dunia

Semangat ibadah melemah, bisa jadi karena semangat maksiat menguat. Hati tidak mampu memfilter keinginan. Jauh dari hidayah karena terlalu banyak mengejar dunia. Hati kering kerontang. Hidayah bak air hujan. Tanpa hidayah hati kita gersang.

Kesibukan rutinitas kerjaan harian tidak akan bisa mengantarkan kita pada rasa puas. Selalu menuntut lebih. Seperti dahaga yang tak pernah hilang. Apa mau seperti ini hidup di dunia ini? Tak ada rasa puas. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa di antara kalian yang memasuki waktu pagi hari dalam keadaan aman pada dirinya, sehat jasmaninya dan dia memiliki makanan pada hari itu, maka seolah oleh dia diberi dunia dengan berbagai kenikmatannya.”

Syukurilah yang sedikit, maka kita akan kaya dengan hati yang lapang dan qanaah terhadap pemberianNya.

Jauhi Prasangka Buruk

Jauhilah prasangka buruk,
Sebab ia akan membakar kebaikan kita.
Tetaplah berprasangka baik,
Ia akan menumbuhkan rasa bahagia di hati kita
@burhanshadiq

Jika kita lelah beribadah,
Maka itu lebih baik, daripada kita lelah mengejar dunia.
Jika kita lelah bertaubat,
Maka itu lebih baik daripada kita lelah berbuat maksiat
@burhanshadiq

Memulai kebaikan itu susah
Meninggalkan keburukan juga susah
Sedangkan bersantai santai dalam dosa itu mudah
Meninggalkan ibadah juga mudah

Bersusah susah sekarang
Akan mengurangi tangisan di masa datang
@burhanshadiq

Puisi Perpisahan Hape

Dear hape.
Selama ini kamu selalu menemaniku.
Kalau aku galau kamu jadi temanku.
Kalau aku sedih kamu jadi temanku.
Kalau aku bahagia kamu juga jadi temenku.
Tapi
Aku juga sering kesel gara gara kamu
Aku juga stress juga gara gara kamu
Sering aku ingin membantingmu
Tapi aku ga tega
Sebab aku ga bisa beli gantinya kamu
Oh hapeku
Kamu telah berhasil melalaikan aku dari quran
Kamu telah bikin aku ga perhatian sama ibuku
Kamu telah bikin aku sibuk sehingga aku ga belajar
Kamu juga telah bikin aku bokek, sebab pulsamu mahal
Oh hapeku, selamat tinggal.
Aku akan meninggalkanmu…

Apakah Akhlakmu Seindah Lisanmu?

Oleh Burhan Sodiq

Sob, jadi orang paling enak itu adalah orang yang antara ngomong ama kelakuannya sama. Jadi dia tidak cuman omdo doang, alias omong doang tapi miskin realita. Apa yang disampaikan di lisannya sama persis dengan ama yang dia lakukan sehari harinya.

Sebagai muslim kita tidak boleh bohong sob. Kita mesti jujur, dengan kejujuran itulah kita akan dinilai. Kalau omongan kita oke dan baik, lalu memang kita jujur, maka di depan banyak orang kita dinilai sebagai sosok yang bisa dipercaya.
Nah, pertanyaannya kenapa banyak remaja yang kita jumpai omongan dan kenyataannya jauh banget. Dia ngomong apa, kenyataannya apa. Sepertinya memang tidak nyambung antara omongan dan kenyataan. Tentu saja hal ini bikin kita eneg, dan ngerasa bahwa sepertinya ini tidak keren. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Pengen Keren
Banyak diantara anak muda yang Cuma pengen keren dengan ngomong tinggi. Seolah olah dia terkesan berkelas, padahal aselinya dia ga seperti yang dia bilang.

Pengen Eksis
Banyak remaja juga ngomongnya tidak sesuai kenyataan hanya karena pengen dianggap ada saja. Pengen eksis dengan gaya dia yang sok omong besar.

Pengen Nampak Wow
Dia sengaja bilang sesuatu yang tidak sesuai aselinya karena ingin dianggap lebih punya kelas lebih daripada orang lain sepantarannya.

Warning!

Oleh karena itu ada beberapa hal penting perlu kita perhatikan dalam menjaga lisan. Pertama, hendaknya pembicaraan kita selalu diarahkan ke dalam kebaikan. Alloh Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (An-Nisa: 114)

Kedua, tidak membicarakan sesuatu yang tidak berguna bagi diri kita maupun orang lain yang akan mendengarkan. Rosululloh shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Termasuk kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Ketiga, tidak membicarakan semua yang kita dengar. Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu berkata, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar.” (HR. Muslim)

Keempat, menghindari perdebatan dan saling membantah, sekali-pun kita berada di pihak yang benar dan menjauhi perkataan dusta sekalipun bercanda. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda.” (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Al-Albani)

Kelima, Tenang dalam berbicara dan tidak tergesa-gesa. Aisyah rodhiallohu ‘anha berkata, “Sesungguhnya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam apabila membicarakan suatu hal, dan ada orang yang mau menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya” (HR. Bukhari-Muslim). Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menjaga diri kita, sehingga diri kita senantiasa berada dalam kebaikan. Wallohu’alam.

Lika Liku Pernikahan

Oleh Burhan Sodiq
1. Saat bujang lihat dua sejoli suami istri jalan rasanya kepengen sekali.
2. Bayangannya pernikahan bak sebuah keindahan yang tanpa cela
3. Lalu menikah, di awal sangat indah. Romantisme setiap hari. Memadu cinta setiap saat.
4. Konflik menghampiri. Ada sesuatu yg mengganjal di hati.
5. Pelan dan pasti, kita menjadi dewasa dengan masalah yang ada.
6. Jadi lebih kenal dengan pasangan yang ada.
7. Sifatnya karakternya dan apa yang menempel pada dirinya.
8. Lalu pernikahan berjalan bertahun tahun, semakin tahu pasangan tapi tak mampu merubah kebiasaan.
9. Pilihannya pada memaklumi, tetapi tetap berharap perubahan besar terjadi.
10. Di sinilah pentingnya pengilmuan, karena sebuah amal butuh ilmu sebelum diamalkan.