MENJADI DUTA DAKWAH REMAJA

Oleh Burhan Sodiq S.S
(Praktisi Dakwah Remaja)
==============================================================================
Apa yang saya susun ini adalah materi pelatihan dai remaja. Anda dapat mengundang saya untuk menyampaikan materi ini di lokasi anda. Materi ini pernah saya sampaikan di Sangatta Kutai Timur di depan perwakilan anak anak SMA se Sangatta. Jika anda ingin melakukan hal yang sama bisa anda selenggarakan di kota Anda. Silakan hubungi saya di 08121537768.
==============================================================================

Pokok Materi:
1. Definisi Dakwah Sekolah
2. Stake Holder Dakwah Sekolah
3. Perintah Allah untuk Berdakwah
4. Panduan Melakukan Dakwah
5. Strategi Dakwah Sekolah
6. Media dakwah Sekolah
7. Menyusun Ceramah dalam Dakwah

1. Definisi Dakwah Sekolah
Dakwah sekolah merupakan suatu istilah yang sudah tidak asing lagi bagi di telinga para aktivis, terutama aktivis kerohanian Islam (rohis). Kegiatan dakwah sekolah ini telah menjamur di berbagai sekolah di Indonesia. Segmen target dari dakwah sekolah ini pada awalnya adalah siswa-siswi sekolah menengah atas. Namun, seiring berjalannya waktu, dirasa bahwa pendidikan dakwah sekolah ini harus masuk di level yang lebih rendah lagi. Akhirnya, di beberapa daerah, segmen dakwah sekolah ini diperluas hingga merambat ke sekolah menengah pertama.
2. Stake Holder Dakwah Sekolah
Dakwah Sekolah melibatkan banyak hal. Mereka bisa bersinergi bahu membahu mengusung perbaikan akhlak di sekolah.

a. Guru dan Dewan Guru
Sebagai pendidik para guru diharapkan menjadi inspirator bagi anak didiknya. Guru diharapkan tidak cuma mengajar tetapi juga mampu menjadi teladan bagi anak didiknya. Sebab dari merekalah murid murid itu akan belajar dan mengambil teladan.

b. Murid murid
Sebagai bagian dari warga sekolah mereka diharapkan mampu menjadi pelaku pelaku dakwah di sekolah. Mengajak teman teman lainnya untuk dekat kepada masjid dan juga mempelopori kebaikan kebaikan di sekolah

3. Perintah Allah dalam Berdakwah
1. Katakanlah, Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik. (QS. Yusuf: 108)
Ibnul Qoyyim berkata: ayat ini menunjukkan bahwasanya orang-orang yang mengikuti beliau shallallaahu alaihi wa sallam, ialah para dai yang menyeru kepada Allah di atas bashirah. Maka barangsiapa yang tidak termasuk diantara mereka, ia bukanlah pengikut Nabi secara hakiki, melainkan hanya sebatas penyandaran dan pengakuan belaka.
2. Allah Taala memuji para dai yang menyeru kepada kebaikan, dengan istilah tidak ada perkataan yang paling baik dari perkataan mereka.
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri? (QS. Fushilat: 33)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam tafsirnya mengenai ayat tersebut, Maka para dai tersebut memberi manfaat kepada dirinya dan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Beliau rahimahullah kembali menjelaskan, Berkata Abdurrazzaq, dari Mamar, dari Hasan Al Bashri, bahwa beliau membaca ayat tersebut kemudian berkata, inilah kekasih Allah, inilah wali Allah, inilah manusia pilihan Allah, inilah penduduk bumi yang paling Allah cintai, Allah telah menerima dakwah mereka, dan mereka pun menyeru manusia kepada hal-hal yang Allah ridhai, dan mereka beramal shalih, dan berkata Sesungguhnya kami hanyalah termasuk dari golongan orang-orang muslimin, inilah khalifah Allah.
3. Orang-orang yang berdakwah kepada Allah, mereka adalah golongan yang memperoleh kemenangan dan keberuntungan di hari ketika manusia berkumpul dalam keadaan ada yang bahagia dan ada yang sedih.
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al Ashr: 1-3)
4. Pahala dakwah akan memberi manfaat yang terus menerus, selama Allah berkehendak, dan tidak terputus dengan kematian.
Jika manusia mati terputuslah darinya amalnya kecuali tiga hal: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya. (HR. Muslim)
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, baginya pahala yang semisal dengan orang yang melakukan kebaikan tersebut. (HR. Tirmidzi)
5. Meninggalkan dakwah dan nahi munkar bagi yang mampu akan diancam dengan adzab yang amat pedih.
Dari Hudzaifah bin Yaman ra, Rasululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda, yang artinya: Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya, sungguh kalian harus memerintahkan yang baik dan menghentikan kemungkaran atau (bila tidak mau) hampir saja Allah akan mengirim kepadamu berupa adzab dari-Nya, kemudian engkau berdoa lalu Allah tidak mengabulkan doamu. (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, dan dishahihkan oleh Al Albani)

4. Panduan Melakukan Dakwah
Agar dakwah diterima oleh Allah swt, sekalipun obyek dakwah menolak dakwah tersebut, maka kita harus memenuhi persyaratannya. Dakwah termasuk ibadah sehingga memiliki persyaratan yang sama dengan ibadah. Yaitu:
1. Juru dakwah harus muslim.
2. Juru dakwah harus ikhlas karena Allah
3. Juru dakwah harus mutaba’ah (mengikuti sunnah Nabi saw)
Tiga persyaratan ini tercantum dalam firmanNya, Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya. (QS. Al Kahfi: 110)
Makna ayat di atas ialah:
1. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya/Tuhannya, menunjukkan orangnya mukmin/beriman. Sebab orang kafir tidak berharap berjumpa dengan Allah Azza wa Jalla.
2. Maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih, suatu amal dikatakan shalih jika mengikuti/sesuai dengan sunnah Nabi saw. Barangsiapa yang mengamalkan suatu amal shalih (ibadah) tidak diatas tuntunan kami, maka ditolak. (HR. Muslim)
3. Dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya, artinya hendaknya dengan hati ikhlas karena Allah swt.
Setelah mengetahui syarat dakwah, maka selanjutnya memahami cara berdakwah. Setiap cara dan strategi dakwah harus sesuai dengan tuntunan Rasululloh saw. Kita dapat mengembangkan dan memodifikasi cara berdakwah dengan tetap mendasarkan rujukan dan qiyas dari Al Quran dan Sunnah.
Hal ini ditopang dengan banyaknya dalil yang menunjukkan telah sempurnanya Dienul Islam:
… (Nabi) yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk … (QS. Al A’raaf: 157)
Nabi saw bersabda, artinya: Sesungguhnya tidaklah seorang Nabi sebelumku melainkan dia berkewajiban untuk menjelaskan kepada ummatnya perkara yang wajib dia ketahui untuk mereka, dan mengingatkan perkara yang jelek yang dia ketahui untuk mereka. (HR. Muslim)
Beliau saw juga bersabda, artinya: Sungguh kutinggalkan kepadamu dien (agama Islam) yang terang benderang ini, (ibarat) malamnya seperti siangnya (sangat jelas), tidaklah seorangpun yang berpaling darinya melainkan dia akan celaka. (HR. Ibnu Majah)

5. Panduan Dakwah Sekolah
Sedikitnya ada tiga aspek yang harus dijalankan pelaku dakwah sekolah:
1. Talim
Memenuhi kebutuhan keilmuan pelajar. Mulai dari ilmu tauhid, ibadah, muamalah, akhlak, dan berbagai ilmu bermanfaat lainnya.
2. Takwin
Memperhatikan aspek pembentukan karakter pelajar. Hal ini membutuhkan pendekatan kemanusiaan dan personal dari para pelaku dakwah sekolah.
3. Tanfidz
Melatih keahlian pelajar di ranah amal. Mulai dari pemberian amanah, amal jamai, membangun relasi dengan pihak lain, dan berbagai praktik yang membangun kemandirian pelajar.
6. Media Dakwah Sekolah
1. Mading
Mading adalah majalah dinding. Cara membuat mading adalah dengan membentuk team redaksi yang solid. Terdiri dari beberapa pelajar yang setiap bulan menyediakan bahan untuk mading. Tema yang diangkat bisa dalam bentuk tulisan tulisan ringan.
2. Buletin dakwah
Berupa satu atau dua lembar buletin dakwah yang berisi artikel keislaman. Terbit bisa setiap jumat untuk memberi motivasi dan ilmu keislaman buat warga sekolah. Diharapkan buletin ini mampu menjadi penyemangat mereka.
3. Majalah Sekolah
Dalam bentuk minimal bisa terdiri dari 24 halaman. Dibagi menjadi beberapa rubrik, dan dikemas dengan kover yang menarik.
4. Kultum
Kuliah singkat dilakukan oleh pelajar setelah solat dhuhur di sekolah. Materi keislaman disesuaikan dengan pemahaman mereka.
5. Broadcast SMS
Pihak sekolah mengirimkan sms sms nasihat yang bagus setiap pekan. Isinya bisa soal persoalan persoalan harian mereka.

7. Menyusun Ceramah

Ceramah harus disusun secara baik agar disampaikan secara enak, nyaman dan memahamkan. Akan tetapi sebelum kita menuju ke bagian itu adala beberapa hal yang bisa kita lakukan di rumah sebagai persiapan. Terkadang banyak di antara kita yang tidak begitu peka dengan persiapan ceramah. Sehingga manakala ummat membutuhkan kita dalam tempo mendadak, kita cenderung tidak siap dan menolaknya. Beberapa langkah berikut ini bisa membantu kita mengantisipasi ceramah yang diminta secara mendadak.

 Membuat Arsip Khusus.
Yaitu mengumpulkan data-data dan bahan-bahan ceramah berdasarkan tema atau judul pembahasan. Masukkanlah dalam folder, amplop, atau map khusus tiap judulnya. Sehingga manakala dibutuhkan, kita bisa segera mendapatkannya.

Data-data tersebut bisa saja berupa tulisan ringan, yang menunjukkan dimana kita bisa menemukan referensi yang dibutuhkan. Misalnya sebuah kertas yang berisi catatan tentang keterangan sebuah ayat yang bisakita temukan di buku A halaman sekian. Data-data ini kita kumpulkan dari banyak sumber bacaan. Bisa dari Al Quran, Hadits, atau bahkan dari majalah, koran dan sumber-sumber lainnya. Kalau didalam istilah internet, kita bisa pakai istilah bookmark. Yaitu sebuah tanda yang akan berfungsi menunjukkan dimana file yang kita butuhkan.

 Telaahlah buku di perpustakaan pribadi
Kita bisa menjadwalkan menelaah buku dari mulai yang ringan hingga buku teori ilmiah yang cukup berat. Dari telaah itu bisa diperkaya wawasan dan pengetahuan kita. Adapun untuk penambahan buku, diupayakan dalam sebulan bisa satu buku. Memiliki perpustakaan pribadi? Duit darimana? Bisa saja kita sisihkan duit gaji kita, atau bahkanuang saku dari pemberian ortu. Yang penting, kita tidak boleh berputus asa dahulu. Pepatah Arab mengatakan, man jadda wa jada. Barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil.

Jangan dibayangkan perpustakaan kampus yang sangat luas dan besar. Tapi bayangkan sebuah rak kecil yang berisi beberapa buku milik kita sendiri. Kita kumpulkan sedikit demi sedikit kemudian diberi nomor dan penanda agar tidak hilang. Dair telaah buku perpus pribadi inilah kita akan jadikan modal untuk menyusun ceramah secara lebih baik.

 Perhatikan Buku-buku Referensi
Dalam menelaah buku-buku tersebut sediakan tulisan-tulisan kecil yang akan memuat hal-hal yang membuat kita tertarik. Bila sifatnya referensial, maka kita bisa mengumpulkan tulisan-tulisan kecil itu dalam sebuah amplop khusus. Pas saat kita diminta berceramah dengan tema tertentu, maka kita akan bisa segera mengumpulkan bahan ceramah.
Coba biasakan diri untuk selalu bertindak ilmiah. Berbicara atau menulis yang referensial, selalu merujuk pada teori atau buku tertentu. Jadi, dimulai untuk menghindari “kata orang, atau orang bilang begini dan begitu”, tetapi mendasarkan perkataan pada rujukan yang shahih.

 Menyusun daftar buku referensi
Buku referensi bisa terdiri dari tiga macam, al quran, buku hadits dan juga buku bacaan lainnya. Dari ketiga buku dapat disusun daftar buku referensi yang disesuaikan prioritasnya. Tentu saja al Quran menempati urutasn pertama. Karena pengambilan dasar dalil tetap harus diutamakan dari al Quran. Baru kemudian ke beberapa sumber referensi berikutnya.

Maaf Gwe Ga Valetinan!

Oleh Bro Salman Refqee

Kelas rame. Anak anak pada galau. 14 Februari sudah dekat tapi mereka ga ada pacar buat merayakannya.
“Gimana Vi, gwe ga ada pacar nih.”
“Kamu besuk cari saja pacar di pasar. Banyak tuh kuli panggul.”
“Ah kamu becanda saja Vi. Masak aku sama kuli panggul sih.”
Vivi dan Ratna tertawa lepas. Mereka menuju kantin sekolah. Ada beberapa anak duduk di sana. Termasuk anak anak cowok yang ada di lokasi itu.
“Tuh liat, pilih saja di antara mereka. Mayan buat tukang ojek semalam doang.”
“Yah, kok tukang ojek, maksudmu gimana Vi?”
“Kamu ajak mereka pacaran. Mayan kan mereka punya motor keren. Kamu bisa minta bonceng mereka kemana kamu pergi. Asyik loh gratis. Hari gini bensin mahal. Pacaran sekaligus penghematan.”
“ Aku ga sejahat itu kali Vi. Aku masih cewek baik baik.”
“Eh Na, mana ada cewek baik baik mau pacaran. Kita ini bukan cewek baik baik. Masih doyan pacaran mulu dan ga takut dosa. Ya kan?”
“Bener juga kamu Vi. Astaghfirullah…”
“Kalau pas gini saja kamu sadar. Tapi kamu masih pengen ngerayain Valentine ngga?”
“Heheh, masih masih.”
“Alah, palsu banget kamu ini. Ngakunya pengen sadar, tapi masih pengen pacaran. Huuuu” kata Vivi sambil ngeloyor pergi.
“Tunggu Vi…”

***

Sepulang sekolah Ratna mengalami masalah. Sepeda motor maticnya rusak. Tiba tiba mati dan tidak bisa dihidupin lagi. Padahal biasanya motor itu baik baik saja.
“Yah, pake acara macet juga. Mana ga ada bengkel di daerah sini lagi. Gimana dong…”
Ratna celingukan. Toleh kanan kiri. Tak ada orang. Sepi banget. Lokasi tempat dia memang jalan yang tak ada orang. Maklum rumah dia agak pelosok gitu. Yang ada cuma sawah di kanan dan kiri.
“Ya Allah, mohon ya Allah. Semoga ada orang yang lewat. Kalau bisa yang cakep ya Allah.” Doa Ratna yang dia ketik di wall fesbuknya.
Tak berapa lama ada suara motor.
“Nah, ini kayaknya orang baik nih.”
Lewatlah seorang anak muda yang bersih wajahnya. Rambutnya seperti Morgan Smash. Hanya saja kulitnya lebih hitam 100 persen. Kayak apa ya? Bayangin saja.
“Bang bang. Berhenti bang.” Teriak Ratna
Lelaki muda itu menghentikan motor honda tuanya.
“Ada apa ya mba? Anda memanggil saya?”
“Jangan panggil mbak dong. Saya kan masih SMA. Gini bang, motorku rusak. Tidak bisa distarter. Bisa bantuin ga?” pinta ratna manja.
“Oh coba saya lihat.”
Sejurus kemudian lelaki muda itu jongkok. Dia lihat mesin motor matik itu secara rinci. Lalu dia ambil tasnya di motor. Beberapa alat dikeluarkannya. Dan hanya beberapa saat ia mencoba motor itu .
“Brrrreeet…”
Dicoba lagi…
“Breettt…”
Belum juga bisa.
“Mbak, eh dik, banyak doa ya.”
“Iya bang.”
“Brooommmm!”
Akhirnya motor itu bisa dihidupin.
“Makasih ya bang. Nih buat abang.” Ratna menyodorkan uang 50 ribu.
“Wah enggak mbak. Eh Dik…saya hanya bantu saja kok”
“Yah, dikasih duit ga mau ya? Kalau gitu aku minta nomer hapenya ya?” Ratna merajuk lagi.
“Loh buat apa dik?”
“Sapa tahu aku macet lagi di sini.”
Mereka berdua menjadi akrab. Lalu tukar nomer hape. Ratna pulang dengan hati senang.
***

Pas tanggal 14 januari, Ratna mengirim sms kepada lelaki muda itu.
“Bang, met Valentin ya. Hari kasih sayang. Semoga Abang selalu ada yang sayang ama abang.”
Hape dipegang terus sama Ratna. Dilihat lihat layarnya.
“Kok ndak dibales bales ya?”
Sepuluh menit ga ada jawaban. Akhirnya hapenya berbunyi. Ada sms masuk.
“Oh Maaf. Ini dek Ratna ya? Saya tidak merayakan hari semacam itu. Bagi saya itu hari yg aneh.”
“Hah aneh? Maksudnya pigimana bang?”
“Ya aneh, itu hari raya kok hari kasih sayang. Ajaran siapa?”
“Hahaha abang ini ada ada saja. Masak ajaran sih. Itu cuman buat gaul gaulan saja bang.”
“Itu lebih aneh lagi. Saya tidak mau Hari Valentine. Itu hari raya kesyirikan. Adik taubat saja ya.”
“Taubat? Emang salah apa bang?”
“Valentin itu merayakan hari kematian Santo. Santo itu nabinya orang Nashara. Jadi kita ndak usah ikut ikutan. Paham kan?”
“Oh gitu ya. Makasih ya. Aku baru paham sekarang.”
***

Keesokan harinya Ratna ketemu sama Vivi. Ia nampak cerah sekali. Secerah udara di siang itu.
“Woeyy, ceria amat bu. Abis gajian ya?”
“Engga lah. Dari dulu kali gwe ceria.”
“Gimana gimana, kamu dah dapat pacar lom? Terus Valentinan ama siapa kemarin?”
“Gwe sadar Vi. Ternyata Valentinan itu hari memperingati kematian Nabinya orang Nashara. Jadi gwe kayaknya ga mau ikut ikutan deh. Mending gwe jadi muslimah sejati.”
“Wooeyy, gwe kagak salah denger nih. Alim banget dirimu sekarang.”
“Ya iya lah. Emang elu?”
“Hahaha…”
Keduanya jalan lagi. Sepertinya memang hidup mereka lebih indah tanpa Valentinan.

______________________________________________
DIMUAT DI MAJALAH OPENMINDS SHARE JIKA MANFAAT
______________________________________________

Hidup Itu…

Hidup itu adalah memberi.
Dikala semangat kamu melimpah ruah maka kamu akan berbagi dengan orang orang terdekat kamu. Saat kemudian semangat itu menjadi nyala untuk orang orang terbaik kamu. Maka di situ lah kamu hidup memberi semangat pada yang lain.

Hidup itu memaknai.
Kejadian demi kejadian menjadi makna tersendiri. Memicu dan memacu hati untuk menjadi lebih dewasa menghadapi masalah dan cobaan. Karena setiap cobaan pasti memberi hikmah yang baik bagi kehidupan.

Hidup itu manfaat.
Bagaimana kita bisa memberi manfaat buat orang orang yang kita cintai. Memberi kelegaan pada setiap keruwetan pada setiap masalah. Sehingga bisa terurai dengan baik dan bagus.

PROMO BUKU 350 RIBU

Kabar bagus pecinta buku. Promo buku tulisan Ust. Burhan Sodiq. Borong akhir tahun. Dapatkan 15 buku dengan hanya 350 ribu.Kabar bagus pecinta buku. Promo buku tulisan Ust. Burhan Sodiq. Borong akhir tahun. Dapatkan 15 buku dengan hanya 350 ribu.
1. Ketik Reg Spasi
2. Karena Cinta Harus Memilih
3. Mantabkan Hati Meminang Bidadari
4. Menikah Karena Allah
5. Ijinkan Aku menikah Tanpa pacaran
6. Bukan Sekedar Kerudung Gaul
7. Ya Allah diakah Jodohku
8. Ya Allah Jauhkan Aku dari Zina
9. Titip Doa Buat Ibunda
10. Cintaku Kepentok Ustad
11. Dahsyatnya Cinta Pertama
12. Pengagum Rahasia
13. 7 keajaiban Cinta
14. Ya Allah Aku Jatuh Cinta
15. Indahnya Taubat di Usia Muda


CARANYA Transfer ke BCA 7850341928 Burhan Sodiq Lalu kirim alamat ke Iwan SMS/WA di 083865134636. Segera sebelum kehabisan!

Pernah Kepikir Nyekolahin Anak di HomeSchooling?

Obrolan soal sekolah emang selalu menarik sih. Terutama sekarang lagi demam homeschooling. Kadangkala orang tua nyekolahin anak ke HS bukan karena dia tahu HS lebih bagus. Tetapi karena di HS bayarnya lebih murah saja (meski faktanya banyak HS yang malah lebih mahal). Kalau bisa malah nego abis deh. Selain karena aspek murah juga karena aspek pengen simpel saja. Dia pengen anaknya solihah dan solih meski dia juga tahu anaknya itu cukup nakal di sekolah. Lebih parah lagi kalau si anak sebenarnya berkebutuhan khusus, tetapi malah disekolahin di HS.

HS itu butuh komitmen tinggi dari para pelakunya. Tidak boleh hanya soal asal beda saja dengan yang lain. Yang lain pada sekolah di sekolah biasa, dia pengen nampak beda dengan menyekolahkan anak di HS. Padahal dia pun tak mau banyak peduli sama pendidikan anak anaknya. Yang penting dia bisa nyekolahin anaknya di HS.

Kamu bisa bayangin kan gimana rasanya tuh guru dapat murid yang masuk HS karena aspek asal beda. Bakalan ribet banget ngajarnya. Penuh lika liku yang sangat menguras tenaga. Sebab HS butuh banyak perhatian daripada sekolah biasa.

Beberapa catatan yang saya dapat dari sekedar obrolan selama ini adalah, bahwa HS memiliki sisi lemah dalam soal sosial. Anak nanti akan cenderung suka dengan dirinya sendiri dan susah tuk bisa sosialisasi dengan yang lain. Karena selama di HS pergaulan dia tidak seheterogen dengan anak anak yang sekolah di umum. Selain itu juga anak juga cenderung akan lebih suka menikmati kesendiriannya.

Maka pertanyaan terbesarnya adalah, kenapa anda sekolahin anak anda ke HS?

Apakah hanya karena anda ingin berbeda dengan yang lain? Atau anda benar benar tahu secara prinsip bahwa HS itu memang pilihan terbaik. Jangan jangan selama ini anda hanya ikut ikutan saja?

HS atau bukan HS sebenarnya bukanlah soal besar. Soal besar menurut saya adalah komitmen kita sebagai orang tua. Kalau kita memilih sekolah, maka bagaimana komitmen kita dengan pendidikan anak kita. Apakah itu memang sudah menjadi keputusan terbaik dan kita akan mengawal pendidikan anak di sekolah? Lalu kalau pun memilih HS, apakah itu benar benar bukan hanya karena pelarian saja? Sistem sekolah ga bagus. lalu anda serangkan anak anda pada HS? Yuk kita cek komitmen kita terhadap pendidikan anak anak kita.

 

Allah Menyapa Gwe, Sob!

Oleh Bro Salman Refqee

Dulu aku hanya seorang lelaki nakal. Di sekolahku, aku dikenal tukang bolos. Sering banget loncat jendela kelas, sering suksesnya daripada enggaknya. Kemana kalau bolos, ya cuman ke warung Mbah Cip. Di warung itu kami biasa cuman nongkrong. Duduk duduk sambil melakukan hal yang ga ada manfaatnya. Mbah Cip sih diam saja, dia sudah nenek nenek. Lihat perilaku kami seperti itu, dia mana peduli.

Aku juga punya genk. Biasanya kerjaannya duduk di depan kelas lesehan. Kalau ada anak lewat, kita tendangin rame rame. Tendangan itu tidak akan berhenti sebelum anak itu jatuh. “Brukkkk!” baru deh kita ketawa puas.

Masa remajaku kacau. Banyak yang tidak baik. Terisi dengan kegiatan yang mendekatkan aku pada setan. Nafsu anak manusia, yang tak bisa dikendalikan dengan apapun. Maunya berontak saja dari waktu ke waktu.

Lalu saat mahasiswa juga semakin menjadi jadi. Aku kenal barang terlarang narkoba. Hingga pada suatu ketika aku memakai barang haram itu. Sementara dalam kondisi fly, aku mengendarai mobilku. Karena mabuk berat, aku menabrak pohon dan aku mengalami koma.

Kata keluarga, aku sudah tak bisa apa apa lagi. Hanya bisa berbaring dan terpejam. Kondisi seperti ini berlangsung selama 2 pekan kata keluargaku. Nah, selama koma itu, aku mengalami mimpi buruk sekali. Sepertinya aku bertemu malaikat dan aku ditunjukkan pemandangan yang mengerikan.

Seperti sebuah tempat yang penuh dengan penyiksaan. Ruangannya penuh dengan darah dan nanah. Sangat mengerikan. Aku sangat takut berada di tempat itu. Rasa takut yang sangat luar biasa. Dalam kondisi seperti itu aku teringat dosa dosaku selama ini. Aku merasa diriku penuh dengan kesalahan.

Apakah yang kuimpikan itu adalah neraka?
Aku terus bertanya apakah yang kuimpikan dalam masa komaku itu adalah neraka. Karena apa yang aku lihat sungguh sangat menakutkan. Aku tidak pernah melihat hal seperti itu sebelumnya.
Kemudian setelah mimpi itu aku diberi kesembuhan. Berangsur angsur aku bisa pulih. Aku sadar dari koma selama dua pekan. Orang pertama yang menyapa aku adalah ibuku.

“Nak, kamu sudah sadar.”
“Iiiibu..”

Airmataku menetes. Tak kuasa aku melihat keharuan ini. Ibuku yang selama ini menunggui aku di rumah sakit. Ayahku sibuk di Jakarta dengan perusahaan eksport importnya. Dengan sabar ibu menunggui aku dan berharap aku bisa segera siuman.

“Ini ibu nak. Kamu sudah bisa mengenali ibu kan?”
“Iya ibu.”
“Kamu tidak sadar selama dua pekan. Kami semua khawatir dengan kondisi kamu.”
Tangan ibu mengusap air mataku lembut.
“Ibu, aku mau cerita sesuatu.”
“Cerita apa nak, ibu akan mendengarkanmu.”
“Saat koma, aku bermimpi buruk sekali bu. Aku melihat banyak sekali orang disiksa. Mereka ada yang dihajar, dihantam, diperlakukan dengan sangat mengerikan. Aku takut sekali bu. Sepertinya ruangan itu penuh dengan darah. Aku tidak pernah melihatnya sebelum ini. Aku takut kalau apa yang aku lihat adalah neraka bu.”
“Oh…”
“Aku ingin taubat bu. Aku rasa hidupku sudah terlalu banyak kesalahan. Aku selalu bikin ibu sedih. Aku banyak sekali menyakiti hati ibu.”

“Subhanallah nak, Ibu senang sekali mendengar kamu ingin taubat. Allah sudah menjawab doa ibu selama ini. Ibu selalu berdoa agar kamu mendapat hidayah nak. Allahu akbar.”

“Iya bu. Aku sudah capek dengan segala kemaksiatan yang aku lakukan selama ini. Aku ingin berhenti dari semuanya.”
Ibu memelukku erat. Seolah olah dia menemukan anaknya yang selama ini menghilang.
***
Kini aku sudah berubah. Aku rajin ke masjid, melakuan kewajiban kewajibanku. Aku tidak pernah terlambat shalat berjamaah. Bahkan sebelum adzan berkumandang aku sudah di lokasi untuk shalat. Keluargaku senang sekali melihat perubahanku ini.

Aku belajar Islam. Banyak sekali yang aku pelajari. Selama ini sepertinya aku tidak kenal dengan agamaku sendiri. Banyak sekali yang tidak aku ketahui. Maka aku baca semua buku buku yang diberi padaku. Teman temanku menjauh. Dulu mereka mendekat saat aku sangat cinta dengan dunia malam. Kini tak ada satu pun yang tersisa. Mereka menjauh semuanya.

Bagiku tidak masalah, perubahan ini memang harus aku bayar dengan bayaran mahal. Semua sudah aku niati dengan baik. Mereka boleh pergi, tapi aku yakin pasti akan ada teman baru yang membuat aku tenang.

Subhanallah, aku merasakan nikmat sekali nikmat hidayah ini menyapa hari hariku. Aku menjadi semakin tenang dalam mendalami agama. Hidupku menjadi semakin terarah. Tubuhku juga semakin sehat. Allah, terima kasih sudah menyapa hidupku lagi…

Dear Wife

Dear Wife,
Lihatlah suamimu di kala dia tertidur lelap. Wajahnya yang lelah adalah bukti bahwa selama ini dia mencoba untuk membahagiakan kamu. Sekuat kuatnya, sebenar benarnya. Dia terus dari hari ke hari berpikir tentang bagaimana bisa membuatmu bahagia. Maka tidaklah heran jika dia menjadi sensitif, mudah marah atau mudah berwajah muram.

Jadi jika dia memang belum bisa menyukupi kebutuhanmu, jika dia juga belum mampu membuat kamu bergelimang dunia, dan jika dia ternyata belum mampu menyediakan istana megah, maafkanlah itu semua. Karena pada dasarnya dia tidak sedang menelantarkanmu. Tangannya yang sudah kasar, keningnya yang sudah mengeriput, dan urat lengannya yang sudah mulai bermunculan menjadi tanda betapa dia sudah sangat serius mengusahakan itu.

Alangkah indah, jika kesungguhannya mencari penghasilan, bertemu dengan rasa syukur anda sebagai seorang istri. Meski hanya sekedar ucapan, “Terima Kasih Suamiku…atas segala apa yang telah kamu berikan padaku.” Sungguh kalimat itu bagaikan semilir air sejuk pegunungan di tengah terik panasnya siang.

Suami Suami Semoga Paham

Dear Husband.

Tahukah Anda bahwa istri Anda sebenarnya sangat ingin membantu ekonomi Anda. Tahukah Anda bahwa setiap saat istri Anda berpikir bagaimana meringankan beban di pundak Anda. Tahukah pula bahwa istri Anda juga sangat berharap bisa menenangkan pikiran Anda yang berkecamuk soal dunia?

Tapi sungguh mereka punya banyak keterbatasan. Pekerjaan rumah tiada habisnya. Selesai satu sudah menunggu pekerjaan lainnya. Usai cucian menunggu setrikaan. Usai setrikaan menunggu sapu dan lap pel di bagian ruangan. Usai nyapu menunggu piring kotor penuh di belakang. Usia piring kotor menunggu sayur mayur yang masih mentah untuk disulap menjadi masakan lezat. Bahkan mereka harus berani menelan kekecewaan bila ternyata masakan itu tidak enak. Atau Anda pulang dengan bilang, “Maaf, aku tadi sudah makan di luar.”

Jadi, semoga tulisan ini sedikit bisa membantu para suami paham, bahwa sungguh para istri itu sangat ingin membantu Anda. Meski tangan dan kakinya tidak bisa berbuat banyak untuk itu.

Belajar Dari Sapu Lidi

Pernah lihat sapu lidi engga? Mereka hanya sekumpulan lidi yang diikat dengan sebuat ikatan kuat. Awalnya mereka sendiri sendiri tapi kemudian bisa bersatu. Maka mafaatnya pun menjadi lebih besar. Jika hanya lidi satu satu saja, tidak bisa membersihkan sampah di halaman rumah kita. Tapi jika menjadu sapu yang terdiri dari banyak lidi, subhanallah halaman rumah bisa bersih.

Sebagaimana pula dengan kita, yang cuman sendiri sendiri seperti ini. Hidup tidak pernah menyapa orang lain, tidak pernah disapa orang lain. Hidup dengan beban sendiri, pikiran sendiri dan kerumitan sendiri. Semua masalah dipikir sendiri, tidak pernah ada solusi. Dilamunin sendiri tak pernah ada jalan keluar.

Tapi jika kita coba ajak orang lain tuk berbagi masalah. Minta solusi dan bermusyawarah, maka semua akan menjadi lebih mudah. Otak kita yang kecil berpadu dengan otak orang lain. Wawasan menjadi lebih luas, peluang solusi bisa nampak di depan mata. Makanya, yuk jadi sapu lidi, yang bisa membersihkan kotoran hati, jangan hanya mau jadi lidi kurus dan kecil itu.

Inspirasi Sederhana

Pulang dari radio, ada sebuah pemandangan menarik. Seorang ibu menggunakan mukena shalat di sebuah emperan toko. Padahal lokasi dia termasuk lokasi yang dianggap kurang baik. Tetapi ibu itu tetap sama menjalankan shalat maghrib.

Di lokasi berbeda saya menjumpai seorang ibu membeli kelapa muda. Tak sengaja saja lihat jemari ibu itu bergerak bergerak seperti sedang tasbih. Subhanallah, semoga ibu itu benar benar bertasbih. Dia tidak meninggalkan kesempatan sesempit apapun untuk tetap berzikir.

How about you guys? Apakah selama ini kamu juga tidak meninggalkan shalat meski kamu sangat sibuk? Apakah kamu juga selalu berzikir dalam setiap kesempatan yang kamu miliki. Saatnya berbenah guys, melakukan yang baik baik agar kita selalu jadi baik.